Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Sura ta 20

Taa-Haa

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 97

قَالَ فَٱذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِى ٱلْحَيَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَ ۖ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَّن تُخْلَفَهُۥ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰٓ إِلَـٰهِكَ ٱلَّذِى ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِى ٱلْيَمِّ نَسْفًا 97

(97) Musa berkata, "Pergilah kamu." Maksudnya, menjauh-lah dariku dan menghindarlah dariku, ﴾ فَإِنَّ لَكَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَۖ ﴿ "maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, 'Janganlah menyentuh(ku)," maksudnya, engkau dikenai hukuman di dunia, berupa tidak boleh ada seorang pun yang mendekatimu atau menyentuhmu, bahkan (jika ada) orang yang ingin mendekatimu, niscaya kami mengatakan kepadanya, "Janganlah menyentuh dan mendekat kepadaku." Sebagai sanksi atas tindakannya, di mana dia menyentuh sesuatu yang tidak disen-tuh oleh selainnya dan mengadakan sesuatu yang tidak diadakan oleh orang lain. ﴾ وَإِنَّ لَكَ مَوۡعِدٗا لَّن تُخۡلَفَهُۥۖ ﴿ "Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya." Engkau diberi balasan atas amalanmu, yang baik dan yang buruk. ﴾ وَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ إِلَٰهِكَ ٱلَّذِي ظَلۡتَ عَلَيۡهِ عَاكِفٗاۖ ﴿ "Dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya," yaitu anak sapi, ﴾ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِي ٱلۡيَمِّ نَسۡفًا 97 ﴿ "se-sungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)." Musa pun melakukannya. Sekiranya ia benar-benar tuhan, ia pasti dapat membela diri dari orang yang akan berniat mengganggunya dan berusaha menghancurkannya. Sungguh (kecintaan menyem-bah) anak sapi telah meresap pada hati Bani Isra`il. Maka Musa ingin memusnahkannya dalam keadaan mereka menyaksikannya dengan cara yang membuatnya tidak mungkin lagi dikembalikan ke wujudnya semula, yaitu dengan membakar dan menumbuknya serta menyebarkannya ke dalam laut dan menghamburkannya. Supaya cinta yang melekat pada hati mereka lenyap, sebagaimana wujud aslinya pun hilang. Sebab, membiarkannya tetap utuh akan menimbulkan fitnah. Pasalnya, di dalam jiwa terdapat bisikan kuat yang menyeru kepada kebatilan.