Taa-Haa
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
إِنَّهُۥ مَن يَأْتِ رَبَّهُۥ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُۥ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ 74
(74) Allah تعالى memberitahukan bahwa orang yang men-datangiNya dan menghadapNya dalam keadaan berdosa, –sifat kejahatan menjadi cirinya dari setiap aspek, dan itu bisa menyebab-kan kekufuran dan tetap menjalankannya sampai dia mati–, maka dia mendapatkan Neraka Jahanam yang pedih siksanya, yang besar rantai-rantainya, yang dasarnya sangat dalam, yang hawa panasnya sangat menyakitkan, yang berisi hukuman yang sanggup melumerkan hati dan jantung. Di antara bukti kedahsyatannya, orang yang tersiksa di dalamnya tidak mati juga tidak hidup. Ia tidak mati hingga dapat terbebas (dari deraan siksa) dan tidak juga menikmati hidup yang enak. Kehidupannya hanya sarat dengan siksaan yang mengenai hati, jiwa dan raganya, yang tidak dapat diukur kadarnya dan tidak pernah mengendor sekejap saja. Ia berteriak minta tolong, tapi tidak ditolong. Dia memohon, akan tetapi tidak disambut permin-taannya. Memang benar (ada pertolongan) bila dia meminta perto-longan. Dia ditolong dengan cairan semisal nanah yang membakar wajah-wajah mereka. Dan jika dia memohon, niscaya dijawab (pula dengan perkataan), "Celakalah kamu di dalamnya, janganlah kamu mengajakKu bicara."