Al-Baqara
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ 34
(34) Kemudian Allah تعالى memerintahkan kepada mereka untuk bersujud kepada Adam عليه السلام sebagai suatu penghormatan terhadapnya, dan sebagai pengagungan dan penghambaan kepada Allah تعالى. Maka mereka semua menaati perintah Allah tersebut dan mereka semuanya segera bersujud, ﴾ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ ﴿ "kecuali iblis; dia enggan" dia tidak mau bersujud dan dia takabur terhadap perintah Allah dan terhadap Adam عليه السلام seraya berkata, ﴾ ءَأَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِينٗا 61 ﴿ "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (Al-Isra`: 61). Keengganan ini berasal darinya, dan kesombongan yang dihasilkan dari kekufuran yang merupakan perkara cakupannya, sehingga akhirnya jelaslah saat itu permusuhan iblis terhadap Allah dan Nabi Adam serta kekufuran dan kesombongannya. Dalam ayat ini terkandung banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dan tanda-tanda Kekuasaan Allah, di antaranya: Penetapan sifat berfirman (berbicara) bagi Allah تعالى serta bahwasanya Allah senantiasa berfirman sekehendakNya dan bahwasanya Allah se-nantiasa bersifat berfirman dengan apa yang dikehendakiNya dan berbicara dengan apa yang Dia kehendaki, dan bahwasanya Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Dalam ayat ini juga terkandung dalil bahwasanya seorang hamba bila tidak mengetahui tentang hikmah Allah yang terkan-dung di balik beberapa makhluk, dan perintah-perintah, maka wajiblah atasnya menerimanya saja dan menuduh akalnya yang lemah serta menetapkan bahwasanya Allah memiliki hikmah di balik itu semua. Dalam ayat ini juga ada dalil tentang perhatian Allah terhadap urusan para malaikat dan kebaikan Allah kepada mereka dengan mengajarkan kepada mereka apa yang mereka tidak tahu, serta peringatanNya kepada mereka akan hal-hal yang tidak mereka ketahui. Dalam ayat ini terkandung pernyataan akan keutamaan ilmu dari beberapa segi: F Bahwasanya Allah mengenalkan kepada para malaikatNya tentang ilmu dan hikmahNya. F Bahwasanya Allah mengemukakan kepada mereka akan keuta-maan Nabi Adam karena ilmu, dan bahwasanya ilmu itu adalah perkara yang paling baik bagi seorang hamba. F Bahwasanya Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam sebagai penghormatan terhadapnya ketika jelas keutamaan ilmunya. F Bahwasanya ujian bagi orang lain, bila mereka tidak mampu melakukan ujian itu kemudian Allah تعالى memberitahukan jawabannya, maka hal tersebut adalah lebih utama daripada mengetahui ujian itu sejak semula. F Mengambil pelajaran dari kondisi kedua bapak moyang ma-nusia dan jin, dan penjelasan akan keutamaan Adam serta karunia-karunia Allah terhadapnya serta permusuhan iblis kepadanya, dan pelajaran-pelajaran lainnya.