Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nahl
Sura ta 16

An-Nahl

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 9

وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ 9

(9) Setelah Allah menceritakan jalan hissi (inderawi) dan Dia telah menciptakan –bagi para hambaNya– sarana untuk menempuh-nya, berupa binatang unta dan hewan tunggangan lainnya, maka Dia menyebutkan jalan maknawi (abstrak), yang akan mengantar-kan kepadaNya, ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus," yaitu jalan yang lurus, yang merupakan lintasan paling pintas dan pendek, menuju kepada Allah dan ke tempat kemuliaanNya. Tentang jalan yang menyimpang dari akidah dan amalannya, maka itu adalah setiap jalan yang bertentangan dengan jalan yang lurus. Jalan ini memutuskan akses menuju kepada Allah, menyeret ke tempat kebinasaan. Orang-orang yang telah meraih hidayah, menelusuri jalan yang lurus dengan izin Rabb mereka, sementara orang-orang yang sesat mengalami salah jalan darinya dan berjalan di atas jalan-jalan yang menyimpang. ﴾ وَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memberi petunjunk kamu semuanya (kepada jalan yang benar)," akan tetapi, Dia hanya memberikan hidayah bagi sebagian manusia, sebagai bentuk pemuliaan dan pengutamaan (dariNya), dan tidak mencurahkan hidayah kepada sebagian lain lantaran terkandung unsur hikmah dan keadilan dariNya.