Ar-Ra'd
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَـٰكَ فِىٓ أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهَآ أُمَمٌ لِّتَتْلُوَا۟ عَلَيْهِمُ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ قُلْ هُوَ رَبِّى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ 30
(30) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ كَذَٰلِكَ أَرۡسَلۡنَٰكَ ﴿ "Demikianlah, Kami telah mengutus kamu," kepada kaum-mu, untuk menyeru mereka kepada hidayah ﴾ فِيٓ أُمَّةٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهَآ أُمَمٞ ﴿ "pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya," Kami telah mengutus kepada mereka para rasul Kami. Engkau bukanlah seorang rasul yang pertama dari para rasul yang ada, hingga mereka merasa perlu mengingkari risalahmu. Dan engkau pun tidak mengatakan sesuatu dari dirimu sendiri. Bahkan engkau itu membacakan ayat-ayat Allah kepada mereka yang Allah wahyu-kan kepadamu, yang akan membersihkan hati dan menyucikan jiwa. Dan sebenarnya, kaummu itu mengingkari ar-Rahman. Mereka tidak membalas rahmat dan kebaikanNya –yang paling besar ada-lah, Kami mengutus dirimu kepada mereka sebagai rasul dan me-nurunkan kitab kepadamu– dengan sambutan dan rasa syukur. Justru mereka menyikapinya dengan pengingkaran dan penolakan. Tidakkah mereka mengambil pelajaran dengan orang-orang yang telah berlalu dari umat-umat yang telah mendustakan, bagaimana Allah menyiksa mereka lantaran dosa-dosa mereka? ﴾ قُلۡ هُوَ رَبِّي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ﴿ "Katakanlah, 'Dia-lah Rabbku, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia," ayat ini mengandung [dua bentuk tauhid]: tauhid ulu-hiyah dan tauhid rububiyah. Dia adalah Rabbku yang telah mendi-dikku dan memeliharaku dengan berbagai nikmatNya semenjak Dia menciptakanku. Dia-lah Ilahku (sesembahanku) yang ﴾ عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ ﴿ "hanya kepadaNya aku bertawakal," di seluruh urusanku, dan kepada-Nya-lah aku berinabah[10] maksudnya aku kembali kepadaNya dalam ibadahku dan kebutuhan-kebutuhanku.