Hud
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُوا۟ سَلَـٰمًا ۖ قَالَ سَلَـٰمٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ 69
(69) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُنَآ ﴿ "Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada", ﴾ إِبۡرَٰهِيمَ ﴿ Ibrahim", al-Khalil Rasul Kami, ﴾ بِٱلۡبُشۡرَىٰ ﴿ "dengan membawa kabar gembira." Yakni kabar gembira seorang anak, ketika Allah mengutus mereka untuk mem-binasakan kaum Luth. Allah memerintahkan mereka agar singgah pada Ibrahim untuk menyampaikan berita gembira dengan lahir-nya Ishaq. Ketika para malaikat itu datang kepada Ibrahim, ﴾ قَالُواْ سَلَٰمٗاۖ قَالَ سَلَٰمٞۖ ﴿ "mereka mengucapkan, 'Salaman' (selamat). Ibrahim menjawab, 'Salamun' (selamatlah)." Maksudnya para malaikat itu mengucapkan salam, dan Ibrahim menjawab salamnya. Ini menunjukkan disya-riatkannya memberi salam. Ia adalah syariat agama Ibrahim عليه السلام, ia diucapkan sebelum berbicara. Hendaknya jawaban salam lebih mendalam daripada memberi salam, karena salam mereka meng-gunakan jumlah fi'liyah (kalimat verbal) yang menunjukkan peru-bahan kepada yang baru, dan jawabannya menggunakan kalimat ismiyah (kalimat non verbal) yang menunjukkan ketetapan dan ke-langgengan. Terdapat perbedaan besar di antara keduanya sebagai-mana hal itu diketahui dalam ilmu bahasa Arab. ﴾ فَمَا لَبِثَ ﴿ "Maka tidak lama", setelah mereka, datanglah Ibrahim ﴾ أَن جَآءَ بِعِجۡلٍ حَنِيذٖ ﴿ "menyu-guhkan daging anak sapi yang dipanggang." Maksudnya dia langsung menghadirkan untuk tamu-tamunya daging anak sapi yang gemuk yang dibakar di atas batu panas. Ibrahim menyuguhkannya seraya berkata, "Makanlah."