Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Hud
Sura ta 11

Hud

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 35

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَعَلَىَّ إِجْرَامِى وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُجْرِمُونَ 35

(35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta.