پرش به محتوا
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Hud
سورهٔ ۱۱

Hud

این ترجمهٔ تفسیر سعدی است، همان‌گونه که IslamHouse.com آن را در saadi.islamenc.com منتشر می‌کند و از صفحه‌های آن سایت گرفته شده است. سایت نمی‌گوید چه کسی آن را ترجمه کرده و از کدام چاپ پیروی می‌کند، و برای برداشتن متن آن شرطی بیان نمی‌کند، پس حق نمایش آن تأیید نشده است. کسی آن را با کتاب چاپی مقایسه نکرده و عالمی آن را بررسی نکرده است. هر بخش در کنار آیه‌هایی آمده که دربارهٔ آن‌ها توضیح می‌دهد و این آیه‌ها متن قرآن از Tanzil است، همان‌گونه که آنجا هست؛ آیه‌ای که سایت توضیح جداگانه‌ای برایش نمی‌دهد با بخش پیش از خود می‌آید، و فهرست هر چنین آیه‌ای را نام می‌برد. سبیل چیزی از آن را ننوشته و ترجمه نکرده است.

متن ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)برداشته‌شده در 2026-10-22

آیهٔ ۶۲

قَالُوا۟ يَـٰصَـٰلِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَـٰذَآ ۖ أَتَنْهَىٰنَآ أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِى شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍ ۶۲

(62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami.