Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maaida
Sūrah 5

Al-Maaida

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 43

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوْرَىٰةُ فِيهَا حُكْمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ 43

(43) Kemudian Allah berfirman heran terhadap mereka, ﴾ وَكَيۡفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِندَهُمُ ٱلتَّوۡرَىٰةُ فِيهَا حُكۡمُ ٱللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوۡنَ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَۚ وَمَآ أُوْلَٰٓئِكَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, pada-hal mereka mempunyai Taurat yang di dalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman." Seandainya mereka itu beriman, melakukan apa yang menjadi konsekuensi dan tuntutan iman, niscaya mereka tidak akan berpaling dari hukum Allah yang ada dalam Taurat yang mereka miliki kecuali mungkin mereka mendapatkan sesuatu padamu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Dan manakala kamu menghukum mereka dengan hukum Allah yang cocok dengan hukum mereka, mereka juga tidak mau, justru mereka berpaling darinya dan tidak rela padanya. Allah berfirman, ﴾ وَمَآ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu sungguh bukan," yaitu, orang-orang yang dengan perbuatan seperti ini, bukanlah orang-orang yang beriman. Maksudnya, ini bukan perilaku orang-orang yang beriman, mereka tidak layak menyandang Iman, karena me-reka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai tuhan dan menja-dikan hukum iman mengekori hawa nafsu mereka.