Yaseen
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قُلْ يُحْيِيهَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ 79
(79) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjawab anggapan tidak mungkin tersebut dengan jawaban yang sangat memuaskan, seraya berfir-man, ﴾ قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ ﴿ "Katakanlah, 'Ia akan dihidupkan oleh Rabb yang menciptakannya kali yang pertama'." Yang demikian itu, hanya dengan merenungkannya (saja) seseorang pasti tahu dengan yakin, tanpa ada syubhat sedikitpun bahwa yang telah menciptakan-nya pada kali yang pertama itu kuasa untuk mengulangi pencipta-annya untuk kali yang kedua, dan ini lebih mudah bagi kekuasaan-Nya apabila direnungkan oleh orang yang mau merenungkan. ﴾ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ ﴿ "Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." Ini juga dalil yang kedua yang bersumber dari sifat-sifat Allah سبحانه وتعالى, yaitu bahwa ilmu Allah سبحانه وتعالى meliputi segala makhlukNya dalam seluruh kondisinya sepanjang waktu dan apa yang masih tersisa; dan Dia mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Apabila seorang manusia telah mengakui ilmu yang luar biasa ini, maka niscaya dia tahu bahwasanya ia lebih agung dan lebih tinggi dari hanya sekedar menghidupkan kembali orang-orang mati dari dalam kubur.