Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
Sūrah 19

Maryam

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 32

وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًا شَقِيًّا 32

(32) Allah juga memerintahkan kepadaku agar berbakti kepada ibuku. Maka aku melakukan sikap yang terbaik kepadanya. Aku mengerjakan buat ibuku apa yang sudah semestinya dilaku-kan, karena kemuliaan dan keutamaannya, dan juga karena dia adalah seorang ibu yang memiliki hak (yang muncul atas) kelahiran dan hak-hak penyertanya. ﴾ وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِي جَبَّارٗا ﴿ "Dan Dia tidak menjadi-kanku seorang yang sombong," maksudnya sombong kepada Allah dan kepada para hamba Allah ﴾ شَقِيّٗا 32 ﴿ "lagi celaka," di dunia atau akhirat. Allah tidak menjadikanku seperti itu. Namun, menjadikan-ku sebagai orang yang taat kepadaNya, tunduk, khusyu dan me-rendahkan diri kepada para hamba Allah, bahagia di dunia dan akhirat, aku dan orang yang mengikutiku.