Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nahl
Sūrah 16

An-Nahl

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 76

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَىٰهُ أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِى هُوَ وَمَن يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ 76

(76) Perumpamaan kedua; yaitu permisalan ﴾ رَّجُلَيۡنِ أَحَدُهُمَآ أَبۡكَمُ ﴿ "dua orang lelaki yang seorang bisu," tidak dapat mendengar lagi tidak dapat berbicara, ﴾ لَا يَقۡدِرُ عَلَىٰ شَيۡءٖ ﴿ "tidak dapat berbuat sesuatu pun," per-buatan yang sedikit maupun yang banyak ﴾ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوۡلَىٰهُ ﴿ "dan dia menjadi beban atas penanggungnya," sang tuan justru melayaninya, ia tidak mampu mengurus diri sendiri, mempunyai kekurangan dalam setiap aspek. Apakah sama orang ini dengan ﴾ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus," ucapan-ucapannya adil dan perbuatan-perbuat-annya lurus. Sebagaimana dua orang ini tidak sama, maka tidak sama pula obyek yang disembah selain Allah, padahal ia tidak mampu berbuat sesuatu untuk memenuhi kemaslahatan-kemaslahat-annya. Kalau bukan karena bantuan dari Allah, niscaya dia tidak bisa melakukan apa pun, tidak bisa menjadi penyetara maupun tandingan bagi Dzat yang tidak berbicara melainkan dengan kebenar-an dan tidak berbuat melainkan perbuatan yang terpuji.