Yunus
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
ءَآلْـَٔـٰنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ 91
(91) Allah تعالى berfirman menjelaskan bahwa iman dalam kondisi seperti ini tidaklah berguna baginya. ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya)", beriman dan mengakui Rasul Allah,﴾ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ ﴿ "padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu." Maksud-nya, kamu terang-terangan bermaksiat, mengingkari dan mendus-takan, ﴾ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ﴿ "dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" Iman tidak berguna bagimu sebagaimana Sunnatullah yang berlaku bahwa jika orang kafir telah sampai kepada keadaan darurat ini, maka imannya tidak berguna baginya karena imannya adalah iman kepada sesuatu yang terlihat sebagaimana iman orang pada saat Kiamat tiba. Iman yang berguna itu adalah iman kepada yang ghaib.