Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Yunus
Sūrah 10

Yunus

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 90

وَجَـٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ 90

(90) Allah memerintahkan Musa agar membawa Bani Israil pergi di waktu malam. Allah mengabarkan bahwa mereka akan mengikutinya. Fir'aun membuat pengumuman di seluruh penjuru negeri bahwa mereka itu –Musa dan kaumnya– hanyalah segelintir orang pinggiran. Mereka marah kepada kami dan kita mewaspadai mereka. Fir'aun mengumpulkan bala tentaranya dari atasan sampai bawahan. Dia dengan bala tentaranya mengejar Bani Israil dengan kesombongan dan permusuhan, mereka hendak menangkap Musa dan membuat kerusakan di bumi. Jika kekejian telah memuncak dan dosa telah menguat maka tunggulah azab dari Allah. ﴾ وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ ﴿ "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut." Hal itu karena Allah mewahyukan kepada Musa tatkala dia sampai di laut agar memukul laut dengan tongkatnya. Musa memukulnya, maka terbelahlah dua belas jalan, Bani Israil melaluinya, Fir'aun te-rus menguntit dengan bala tentaranya di belakangnya. Ketika Musa dan kaumnya telah sampai di daratan ujung sedangkan Fir'aun dengan bala tentaranya masih di tengah laut, maka Allah memerin-tahkan kepada laut untuk menelan Fir'aun dan bala tentaranya, maka ia pun memakan Fir'aun dan bala tentaranya. Mereka teng-gelam dengan dilihat oleh Bani Israil. Manakala Fir'aun tenggelam dan dia yakin akan mati, ﴾ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan (Rabb) yang diperca-yai oleh Bani Israil'." Yaitu Allah Rabb Yang Mahabenar, yang tiada Rabb melainkan Dia, ﴾ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ﴿ "dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." Yakni tunduk kepada agama Allah dan ajaran yang dibawa Musa.