لقمان
هذه ترجمة لتفسير السعدي كما ينشرها IslamHouse.com في saadi.islamenc.com، مقروءةً من صفحات ذلك الموقع. لا يذكر الموقع من ترجمها ولا أي طبعة مطبوعة تتبعها، ولا يذكر شروطًا لأخذ نصّها، ولذلك لم يُتحقق من حق عرضها. لم يقارنها أحد بكتاب مطبوع، ولم يراجعها أحد من العلماء. يقف كل مقطع بجانب الآيات التي يعلّق عليها، وهي نص القرآن من Tanzil كما هو عنده؛ والآية التي لا يعطيها الموقع شرحًا خاصًّا بها تقف مع المقطع الذي قبلها، ويسمّي الفهرس كل آية من هذا النوع. لم يكتب سبيل شيئًا منها ولم يترجمه.
النص منsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)أُخذ في 2026-10-22
وَإِن جَـٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى ٱلدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ١٥
(15) ﴾ وَإِن جَٰهَدَاكَ ﴿ "Dan jika keduanya memaksamu," Maksud-nya, kedua ibu bapakmu bersikeras ﴾ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ ﴿ "untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengeta-huanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya," dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa yang demikian ini terma-suk berbuat baik kepada keduanya; sebab hak Allah harus lebih di-utamakan atas hak semua orang, dan tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap sang Khaliq. Di sini Allah tidak mengatakan, "Dan jika keduanya memaksamu untuk memper-sekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka durhakailah mereka berdua," melainkan Allah mengatakan, ﴾ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ ﴿ "maka janganlah kamu mematuhi keduanya," yakni dalam kesyirikan. Adapun berbuat baik kepada keduanya, maka terus lakukanlah. Maka dari itu Allah berfirman sesudahnya,﴾ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗاۖ ﴿ "Dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik" maksud-nya, dengan pergaulan ihsan kepada mereka dengan cara yang baik. Adapun tentang "mengikuti keduanya", sedangkan kedua-nya dalam kondisi kafir dan maksiat, maka (dalam hal ini) jangan kamu ikuti, ﴾ وَٱتَّبِعۡ سَبِيلَ مَنۡ أَنَابَ إِلَيَّۚ ﴿ "dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu." Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, kepada para malaikatNya, kitab-kitabNya dan para RasulNya, yang berserah diri kepada Rabb (Allah), yang kembali kepadaNya. Mengikuti jalan mereka berarti menempuh jalan mereka dalam ber-inabah kepada Allah, inabah yang merupakan ketertarikan hasrat-hasrat hati dan kemauannya kepada Allah, lalu diikuti oleh usaha dengan badan dalam hal-hal yang diridhai Allah dan mendekatkan kepadaNya. ﴾ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu," baik yang taat maupun yang durhaka, yang berinabah dan yang tidak, ﴾ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "maka Kuberitakan kepadamu amal yang telah kamu kerjakan," maka tidak ada satu pun dari amal perbuatan me-reka yang tersembunyi dari Allah.