سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Tawba
سورت 9

At-Tawba

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ 108

(108) ﴾ لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدٗاۚ ﴿ "Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya." Janganlah kamu shalat di masjid yang dibangun untuk dhirar tersebut selama-lamanya, karena Allah telah mencu-kupimu darinya dan kamu tidaklah memerlukannya. ﴾ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ ﴿ "Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba), sejak hari pertama", munculnya Islam di Quba, ia adalah masjid Quba yang didirikan di atas dasar keikhlasan menja-lankan ketaatan kepada Allah, menegakkan dzikir kepadaNya, dan menegakkan syiar-syiar agamaNya, ia adalah masjid tua yang ter-kenal dengan itu. Masjid yang utama ini ﴾ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِۚ ﴿ "adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya," juga beribadah dan berdzikir kepada Allah تعالى. Ia adalah masjid mulia, dan orang-orangnya juga mulia. Oleh ka-rena itu Allah memuji mereka dengan FirmanNya,﴾ فِيهِ رِجَالٞ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْۚ ﴿ "Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri", dari dosa, menyucikan diri dari kotoran, najis, dan hadats. Dan se-perti yang telah diketahui bahwa siapa yang menginginkan sesuatu, maka dia akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam apa yang dicintai, mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh bersuci dari dosa-dosa, kotoran, dan hadats. Oleh karena itu mereka terma-suk golongan pendahulu dalam Islam, mereka adalah orang-orang yang mendirikan shalat, memelihara jihad bersama Rasulullah ﷺ, menegakkan syariat agama dan mereka termasuk orang-orang yang tidak menyelisihi Allah dan RasulNya. Setelah ayat ini turun yang berisi pujian atas bersucinya mereka, maka Nabi bertanya kepada mereka tentang cara mereka bersuci,[100] mereka menjawab bahwa mereka memakai air (dalam bersuci) setelah sebelumnya mereka memakai batu, maka Allah memuji perbuatan mereka. ﴾ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ ﴿ "Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih", bersih secara maknawi seperti menjauhi kesyirikan dan akhlak-akhlak yang buruk, bersih secara materi seperti menghilangkan najis dan mengangkat hadats.