سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
سورت 7

Al-A'raaf

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 170

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَـٰبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ 170

(170) Orang-orang yang berakal sebenar-benarnya adalah orang-orang yang dicitrakan oleh Allah dengan FirmanNya, ﴾ وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan al-Kitab (Taurat)." Yakni berpegang teguh dari segi ilmu dan amal, mereka mengetahui hukum-hukum dan berita-berita yang dikandungnya, di mana ilmu tentang itu adalah ilmu yang termulia, mereka men-jalankan perintah-perintah yang dikandungnya yang merupakan ketenangan, kebahagiaan hati dan jiwa serta kemenangan dunia dan akhirat. Dan di antara perintah-perintah agung yang wajib di-pegang adalah mendirikan shalat secara lahir dan batin. Oleh karena itu Allah menyebutkannya secara khusus karena keutamaannya dan kemuliaannya, dan bahwa ia adalah timbangan amal dan penega-kannya mendorong kepada penegakan ibadah-ibadah yang lain. Karena seluruh amal mereka adalah baik, maka Allah berfirman, ﴾ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ ﴿ "Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan," dalam perkataan, perbuatan, dan niat mereka, memperbaiki diri dan orang lain. Ayat ini dan yang sepertinya menunjukkan bahwa Allah mengutus para rasulNya k dengan kebaikan bukan kerusakan, dengan manfaat bukan mudarat, mereka diutus dengan kebaikan dunia dan akhirat. Jadi, semakin seseorang itu baik, maka dia sema-kin dekat kepada sikap mengikuti mereka.