سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
سورت 7

Al-A'raaf

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 143

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَـٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَـٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ 143

(143) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا ﴿ "Dan tatkala Musa datang untuk (mu-najat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan", untuknya untuk menurunkan kitab, ﴾ وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ ﴿ "dan Rabbnya telah berfirman (langsung) kepadanya", berfirman langsung dengan wahyuNya, pe-rintah dan laranganNya, Musa berkeinginan untuk melihat Allah, jiwanya mengharapkan itu karena kecintaannya kepada Rabbnya dan sangat ingin melihatNya. ﴾ قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَۚ ﴿ "Berkatalah Musa, 'Ya Rabbku, nampakkanlah (diriMu) kepadaku agar aku dapat melihat kepadaMu." Allah menjawab, ﴾ لَن تَرَىٰنِي ﴿ "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihatKu." Yakni sekarang kamu tidak akan mampu melihatKu, karena Allah سبحانه وتعالى menciptakan makhluk di dunia ini dalam kondisi di mana mereka tidak akan kuat dan tidak akan mampu melihat Allah. Ini tidak menunjukkan bahwa mereka tidak dapat melihat-Nya di surga, karena dalil-dalil dari al-Qur`an dan as-Sunnah telah menunjukkan bahwa penduduk surga akan melihat Rabb mereka dan menikmati melihat kepada wajahNya Yang Mulia. Dan bahwa Allah تعالى menghidupkan mereka secara sempurna yang dengannya mereka mampu melihat Allah تعالى. Oleh karena itu Allah mengait-kan kemungkinan melihat dengan ketetapan gunung. Allah تعالى menenangkan Musa karena tidak bisa mengabulkan permintaannya. ﴾ وَلَٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ ﴿ "Tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagaimana sediakala)", jika Allah menampakkan diri kepadanya ﴾ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِيۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ ﴿ "niscaya ka-mu dapat melihatKu. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu", yang bisu lagi keras. ﴾ جَعَلَهُۥ دَكّٗا ﴿ "Dijadikannya gunung itu han-cur luluh." Yakni hancur berkeping-keping ibarat kerikil, karena kegoncangannya dan tidak kuatnya ia melihat Allah. ﴾ وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقٗاۚ ﴿ "Dan Musa pun jatuh pingsan," ketika melihat apa yang dilihat. Ma-ka jelaslah bagi Musa pada saat itu bahwa jika gunung saja tidak kuat melihat Allah, maka Musa lebih tidak kuat melihatNya. Musa memohon ampun kepada Allah تعالى karena telah meminta sesuatu yang tidak pada tempatnya. ﴾ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Musa berkata, 'Mahasuci Engkau'." Yakni Aku menyucikan dan mengagungkanMu dari apa yang tidak layak dengan kebesaranMu. ﴾ تُبۡتُ إِلَيۡكَ ﴿ "Aku bertaubat kepada Engkau", dari segala dosa dan kekurangajaran kepadaMu. ﴾ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku orang yang pertama-tama beriman." Yakni Musa menyempurna-kan imanNya dengan sesuatu yang sebelum-nya tidak dia ketahui.