As-Sajda
یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔
متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَلَا تَكُن فِى مِرْيَةٍ مِّن لِّقَآئِهِۦ ۖ وَجَعَلْنَـٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ 23
(23) Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan ayat-ayatNya yang de-ngannya Dia mengingatkan hamba-hambaNya, yaitu al-Qur`an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad a, maka Dia menjelas-kan bahwa al-Qur`an ini bukan sesuatu yang baru dari kitab-kitab suci, dan tidak pula Rasul yang membawanya adalah asing dari kalangan para rasul, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى telah memberi-kan ﴾ مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "kepada Musa al-Kitab," yaitu Taurat yang mem-benarkan al-Qur`an, yang juga telah dibenarkan oleh al-Qur`an. Maka kebenaran keduanya pun sejalan (sama) dan bukti keduanya pun telah terbukti. ﴾ فَلَا تَكُن فِي مِرۡيَةٖ مِّن لِّقَآئِهِۦۖ ﴿ "Maka janganlah kamu ragu-ragu menerimanya," karena sesungguhnya dalil-dalil kebenaran dan bukti-buktinya sudah sangat banyak (mutawatir), sehingga tidak ada tempat bagi keraguan dan kebimbangan, ﴾ وَجَعَلۡنَٰهُ ﴿ "dan Kami menjadikannya," maksudnya, menjadikan al-Kitab yang Kami beri-kan kepada Musa ﴾ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "sebagai petunjuk bagi Bani Israil," yang mereka berpedoman kepadanya dalam prinsip-prinsip agama mereka dan cabang-cabangnya, dan syariat-syariatnya sejalan dengan zaman kala itu pada Bani Israil. Adapun al-Qur`an Suci ini maka ia dijadikan oleh Allah سبحانه وتعالى sebagai pedoman bagi manusia seluruhnya, sebab ia adalah hidayah (pedoman) bagi segenap ma-nusia dalam masalah agama dan dunia mereka hingga Hari Kiamat kelak. Hal itu karena kesempurnaan dan ketinggiannya. ﴾ وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ 4 ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu dalam induk al-Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah." (Az-Zukhruf: 4).