Ash-Shu'araa
یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔
متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا
قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ 111
(111) Maka mereka berkata sebagai jawaban terhadap dakwahnya dan penolakan terhadapnya dengan sesuatu yang tidak laik untuk dijadikan sebagai penolakan, ﴾ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ﴿ "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" Maksudnya, bagaimana mungkin kami akan mengikutimu sedangkan kami tidak melihat para pengikutmu melainkan orang-orang hina, rendah dan sampah masyarakat. De-ngan ini dapat diketahui kesombongan mereka terhadap kebenaran dan kebodohan mereka terhadap kenyataan. Sebab, sesungguhnya kalau saja tujuan mereka adalah kebe-naran tentu mereka akan mengatakan, (kalau seandainya mereka memiliki rasa ketidakjelasan dan keraguan terhadap dakwahnya), "Jelaskanlah kepada kami kebenaran apa yang engkau ajarkan ini dengan cara-cara yang bisa mengantarkan kepadanya!" Kalau seandainya mereka mengamati dengan sebenar-benarnya, tentu mereka mengetahui bahwa para pengikutnya adalah orang-orang yang mulia, sebaik-baik manusia, orang-orang yang memiliki akal yang matang dan akhlak mulia, dan bahwa sebenarnya orang-orang yang hina adalah mereka yang fungsi akalnya dicabut hingga menganggap baik penyembahan terhadap batu-batu, rela sujud dan berdoa kepadanya, serta enggan tunduk kepada dakwah para rasul yang mulia. Hanya dengan (mengetahui tema) pembicaraan batil yang diungkapkan oleh salah satu dari dua pendebat itu, maka sangat mudah diketahui rusaknya pembicaraan itu, dan akal sudah bisa memastikan kebenaran klaim lawannya. Maka tatkala kita telah mendengar tentang kaum Nuh, yaitu bahwa mereka telah berkata di dalam penolakan mereka terhadap dakwah Nuh,﴾ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ ﴿ "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" di mana mereka berpegang kepada prinsip yang setiap orang mengetahui ketidakbenarannya dalam penolakannya terhadap dakwah Nuh, maka kita dapat mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang sesat lagi salah, sekalipun kita belum menyaksikan bukti-bukti (mukjizat) dari Nuh dan dakwahnya yang mengindikasikan kepastian dan keyakian akan kejujurannya dan kebenaran ajaran yang dibawanya.