سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Furqaan
سورت 25

Al-Furqaan

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 62

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا 62

(62) ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ ﴿ "Dan Dia (pula) yang menjadi-kan malam dan siang silih berganti," maksudnya yang satu berlalu, lalu datang yang lain. Demikianlah seterusnya selama-lamanya tidak akan pernah bersatu dan tidak pernah hilang. ﴾ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا ﴿ "Bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur," maksudnya bagi siapa saja yang ingin (melalui keduanya) mengambil pelajaran dan merenung dan berargumen dengan keduanya atas berbagai tuntutan-tuntutan ilahi, dan untuk bersyukur kepada Allah atas semua itu, dan bagi siapa saja yang ingin berdzikir, mengingat Allah dan bersyukur kepadaNya, dan bagiNya wirid malam hari atau siang hari. Maka siapa saja yang wiridnya tertinggal pada siang hari, maka dia menunaikannya pada malam hari. Sesungguhnya hati itu selalu berbolak-balik dan berubah-ubah pada waktu-waktu di malam dan siang hari, sehing-ga terjadi rasa giat, malas, ingat, lalai, pelit, memberi, menghadap dan berpaling. Maka Allah menjadikan malam dan siang berganti-an atas manusia dan selalu berulang-ulang, agar terjadi dzikir, giat dan syukur kepada Allah pada waktu yang lain, malam atau siang, karena waktu ibadah selalu berulang dengan berulangnya malam dan siang. Maka setiap kali waktu itu berulang, terjadilah suatu semangat baru bagi seseorang, bukan semangatnya yang telah mengendur pada waktu yang telah lalu, sehingga ia bisa makin menyadarinya dan makin mensyukurinya. Sesungguhnya tugas-tugas ketaatan itu laksana siraman iman yang menyiraminya. Kalau saja bukan karena itu, niscaya tanaman iman menjadi layu dan kering. Maka segala puji bagi Allah atas semua itu.