سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Muminoon
سورت 23

Al-Muminoon

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 57

إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ 57

Ketika mengisahkan orang-orang yang menggabungkan antara perbuatan jelek dan perasaan aman (dari siksaanNya) dan orang-orang yang menyangka bahwa pemberian Allah yang tercurah pada mereka di dunia sebagai bukti atas kebaikan dan keutamaan mereka, maka Allah menceritakan orang-orang yang memadukan antara perbuatan baik dan kecemasan (dari siksaNya). Allah ber-firman,

(57) ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ خَشۡيَةِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Rabb mereka," maksudnya merasa was-was, hati mereka khawatir. Itu semua bersumberkan dari sifat ketakutan mereka kepada Rabb mereka, lantaran kekha-watiran bahwa Allah akan memutuskan sifat keadilanNya pada mereka, hingga tidak menyisakan kebaikan untuk mereka dan prasangka buruk terhadap diri mereka sendiri sekiranya belum melaksanakan hak Allah تعالى (dengan sepenuhnya), dan karena ke-khawatiran terhadap keimanan mereka yang akan lenyap, karena pengetahuan mereka tentang Rabb mereka dan keagungan serta penghormatan yang berhak Allah dapatkan (dari hambaNya). Rasa takut dan khawatir mereka berkonsekuensi pada mereka untuk mengekang diri dari dampak perkara yang menakutkan, berupa dosa dan peremehan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban.