سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anbiyaa
سورت 21

Al-Anbiyaa

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 80

وَعَلَّمْنَـٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَـٰكِرُونَ 80

(80) ﴾ وَعَلَّمۡنَٰهُ صَنۡعَةَ لَبُوسٖ لَّكُمۡ ﴿ "Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu," maksudnya Allah mengajari Dawud عليه السلام cara membuat baju besi. Beliaulah orang pertama yang menciptakan dan mengetahuinya. Hasil karyanya menyebar ke generasi selanjutnya. Allah melunakkan besi bagi beliau dan me-ngajari bagaimana cara membentuknya. Manfaatnya besar. Yaitu ﴾ لِتُحۡصِنَكُم مِّنۢ بَأۡسِكُمۡۖ ﴿ "guna memelihara kamu dalam peperangan," mak-sudnya baju-baju besi itu berfungsi sebagai pelindung di medan peperangan dan di saat pertarungan sengit. ﴾ فَهَلۡ أَنتُمۡ شَٰكِرُونَ 80 ﴿ "Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)," atas nikmat Allah yang tercurahkan kepada kalian yang Allah praktikkan melalui tangan hambaNya, Dawud! Sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَجَعَلَ لَكُمۡ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلۡحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأۡسَكُمۡۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡلِمُونَ 81 ﴿ "Dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dari peperangan. Demikian-lah Allah menyempurnakan nikmatNya atasmu agar kamu berserah diri (kepadaNya)." (An-Nahl: 81). Mengandung kemungkinan makna bahwa Allah mengajari beliau cara pembuatan baju besi dan proses pelunakannya meru-pakan perkara yang di luar kebiasaan. Dan masuk dalam kategori yang disampaikan para ulama tafsir, "Sesungguhnya Allah melu-nakkan besi baginya sehingga dia dapat memprosesnya layaknya adonan dan tanah liat tanpa harus dilebur terlebih dahulu di atas api." Mengandung kemungkinan makna bahwa pengajaran cara pembuatannya berjalan sewajarnya. Dan proses melunakkan besi dilakukan melalui mekanisme yang diajarkan Allah, berupa cara-cara yang sekarang diketahui untuk meleburnya. Inilah keterangan yang lebih kuat kebenarannya. Pasalnya, Allah menyebut-nyebut [kemampuan untuk melakukannya] sebagai karunia dariNya ke-pada para hambaNya dan memerintahkan mereka untuk mensyu-kurinya. Seandainya masalah pembuatan baju besi tidak termasuk perkara yang dijadikan Allah agar dapat dikerjakan oleh manusia, niscaya Dia tidak akan menyebut-nyebutnya sebagai kenikmatan atas mereka dan tidak akan mengemukakan kegunaannya. Sebab baju-baju besi yang dibuat oleh Dawud عليه السلام, menjadi perkara mus-tahil (bisa dibuat) bila yang dimaksud adalah dzatnya. Anugerah yang diinginkan di sini ialah jenisnya secara umum. Keterangan yang disampaikan oleh para ahli tafsir tidak mempunyai dasarnya sama sekali, kecuali Firman Allah, ﴾ وَأَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ 10 ﴿ "Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (Saba`: 10). Dalam ayat ini tidak ada petunjuk bahwa pelunakan besi ter-jadi tanpa usaha. Wallahu a'lam.