سیدھے مواد پر جائیں
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Maryam
سورت 19

Maryam

یہ تفسیر السعدی کا ایک ترجمہ ہے جیسا IslamHouse.com اسے saadi.islamenc.com پر شائع کرتا ہے، اس سائٹ کے صفحات سے لیا گیا۔ سائٹ یہ نہیں بتاتی کہ اس کا ترجمہ کس نے کیا اور وہ کس چھپے ہوئے ایڈیشن کی پیروی کرتا ہے، اور اس کا متن لینے کی کوئی شرائط بیان نہیں کرتی، اس لیے اسے دکھانے کا حق تصدیق شدہ نہیں۔ کسی نے اسے چھپی ہوئی کتاب سے نہیں ملایا اور کسی عالم نے اس کا جائزہ نہیں لیا۔ ہر حصہ ان آیات کے ساتھ ہے جن پر وہ تبصرہ کرتا ہے، اور وہ آیات Tanzil کا قرآنی متن ہیں، جیسا وہاں ہے؛ جس آیت کی سائٹ اپنی الگ تفسیر نہیں دیتی وہ اپنے سے پہلے کے حصے کے ساتھ ہوتی ہے، اور فہرست ایسی ہر آیت کا نام لیتی ہے۔ سبیل نے اس میں سے کچھ نہیں لکھا اور نہ اس کا ترجمہ کیا۔

متن ماخوذ ازsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)2026-10-22 کو لیا گیا

آیت 52

وَنَـٰدَيْنَـٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَـٰهُ نَجِيًّا 52

(52) Bahkan Allah mengistimewakannya dengan (cara pe-nyampaian) wahyu yang teragung dan terbaik. Yaitu mengajaknya berbicara (langsung) dan mendekatkannya saat dia bermunajat kepada Allah تعالى. Dengan anugerah ini, dia menerima sebuah keistimewaan di kalangan para nabi sebagai kalimurrahman (yang diajak berbicara secara langsung oleh ar-Rahman). Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَنَٰدَيۡنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلۡأَيۡمَنِ ﴿ "Dan Kami telah memanggil-nya dari sebelah kanan gunung Thur," yaitu sebelah kanan Nabi Musa saat dia berjalan. Atau maksud al-Aiman adalah yang paling berkah, berasal dari kata al-Yumnu dan al-Barakatu (yang memiliki keber-kahan). Makna ini diisyaratkan oleh kandungan Firman Allah, ﴾ أَنۢ بُورِكَ مَن فِي ٱلنَّارِ وَمَنۡ حَوۡلَهَا ﴿ "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya." (An-Naml: 8) ﴾ وَقَرَّبۡنَٰهُ نَجِيّٗا 52 ﴿ "Dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)." Beda antara kata اَلنِّدَاءُ (panggilan) dan اَلنَّجَاءُ (memohon) yaitu, pengertian nida' itu (panggilan) dengan suara keras, sedangkan naja` (seruan) dengan suara yang lebih rendah. Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat (berbicara) bagi Allah dan juga penetapan jenis-jenisnya berupa nida' dan munajat, ber-dasarkan pandangan Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Berbeda dengan golongan Jahmiyah, Mu'tazilah dan kelompok yang mengikuti pan-dangan mereka.