Al-A'raaf
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
وَٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ 153
(153) Mereka telah mendapatkan murka dari Allah, di mana Dia memerintahkan mereka membunuh diri mereka, dan bahwa Allah tidak meridhai mereka kecuali dengan itu. Lalu sebagian dari mereka membunuh sebagian yang lain dan pembunuhan tersebut memakan korban yang banyak, kemudian Allah mengampuni me-reka setelah itu. Oleh karena itu Allah menyebutkan hukum secara umum, di mana mereka dan selain mereka masuk ke dalamnya. ﴾ وَٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ﴿ "Orang-orang yang mengerjakan kejahatan", baik dosa syirik, dosa besar, dan dosa kecil, ﴾ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِهَا ﴿ "kemudian bertau-bat sesudah itu." Yakni mereka menyesalinya, meninggalkannya, dan bertekad tidak kembali mengulangnya ﴾ وَءَامَنُوٓاْ ﴿ "dan beriman", kepada Allah dan kepada apa yang Allah wajibkan untuk diimani, dan iman tidak sempurna kecuali dengan amalan hati dan amalan anggota badan yang merupakan tuntutan iman, ﴾ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا ﴿ "se-sungguhnya Rabbmu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu." Yakni setelah keadaan ini keadaan taubat dari kejahatan dan kem-bali kepada ketaatan, ﴾ لَغَفُورٞ ﴿ "adalah Maha Pengampun", mengam-puni keburukan dan menghapusnya meskipun ia sepenuh jagad, ﴾ رَّحِيمٞ ﴿ "lagi Maha Penyayang," dengan menerima taubat dan mem-beri taufik untuk dapat beramal shalih dan menerimanya.