Fussilat
Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.
Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22
فَقَضَىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَاتٍ فِى يَوْمَيْنِ وَأَوْحَىٰ فِى كُلِّ سَمَآءٍ أَمْرَهَا ۚ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَـٰبِيحَ وَحِفْظًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ 12
(12) ﴾ فَقَضَىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَاتٖ فِي يَوۡمَيۡنِ ﴿ "Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa." Dengan demikian, selesailah penciptaan langit dan bumi dalam enam hari, dimulai dari Hari Ahad dan berakhir pada Hari Jum'at, sekalipun sebenarnya kekuasaan Allah dan kehendakNya bisa menciptakan itu semua dalam sekejap saja. Namun, sekalipun Dia Mahakuasa, namun Dia Mahabijaksana lagi Mahalembut. Di antara kebijaksanaan dan kelembutanNya itu adalah, Dia menciptakan langit dan bumi ini dalam tempo yang telah ditetapkan. Ketahuilah bahwa zahir (leterasi) ayat ini bila dipadukan dengan FirmanNya dalam Surah an-Nazi'at, yaitu setelah Allah menyebutkan penciptaan langit berfirman, ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ 30 ﴿ "Dan bumi sesudah itu Kami bentangkan," (An-Nazi'at: 30), nampak ada kontradiksi (pertentangan) pada keduanya! Padahal Kitabullah (al-Qur`an) ini tidak ada kontradiksi atau perselisihan padanya! Jawabnya adalah apa yang sudah dikatakan oleh banyak kaum Salaf, bahwa sesungguhnya penciptaan bumi dan bentuknya itu lebih dahulu daripada penciptaan langit, seperti dijelaskan di sini. Pembentangan bumi maksudnya adalah, ﴾ أَخۡرَجَ مِنۡهَا مَآءَهَا وَمَرۡعَىٰهَا 31 وَٱلۡجِبَالَ أَرۡسَىٰهَا 32 ﴿ "Mengeluarkan air dan rumput-rumputan darinya menancapkan gunung," dan itu belakangan, lebih dahulu penciptaan langit, seba-gaimana dijelaskan dalam surah an-Nazi'at. Maka dari itu, di sana Dia berfirman, ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ 30 أَخۡرَجَ مِنۡهَا...31 ﴿ "Dan bumi sesudah itu Dia bentangkan, Dia keluarkan darinya...," hingga akhir ayat. Dia tidak mengatakan: Dan bumi sesudah itu Dia ciptakan. FirmanNya, ﴾ وَأَوۡحَىٰ فِي كُلِّ سَمَآءٍ أَمۡرَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya," maksudnya, urusan dan wewenang yang layak dengannya, sesuai dengan tuntutan kebijaksanaan Tuhan Yang Mahabijaksana. ﴾ وَزَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ ﴿ "Dan Kami hiasi langit dunia dengan lampu-lampu yang cemerlang," yaitu bintang-bintang yang dapat dijadikan penerang dan pedoman arah, dan menjadi keindahan dan perhiasan bagi langit secara lahiriyah, dan sebagai keindahannya secara batin yang mana ia dijadikan sebagai alat untuk melempari setan-setan agar mereka tidak mencuri untuk mendengarkan wahyu di sana. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Demikianlah," yang disebutkan di atas, yaitu bumi dengan segala isinya dan langit dengan segala isinya, adalah ﴾ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ﴿ "ketentuan Yang Mahaperkasa," yang dengan keperkasaanNya Dia mengalahkan segala sesuatu, Dia mengaturnya dan dengan-nya pula Dia menciptakan semua makhluk; ﴾ ٱلۡعَلِيمِ ﴿ "lagi Maha Me-ngetahui" yang pengetahuanNya meliputi (menjangkau) seluruh makhluk, yang ghaib dan yang nyata. Maka pengabaian kaum musyrikin terhadap sikap ikhlas (bertauhid) kepada Rabb yang Mahaagung, Maha Esa lagi Maha Mengalahkan, yang semua makhluk tunduk kepada perintahNya, dan ketentuanNya berlaku padanya, adalah merupakan hal yang paling mengherankan. Dan pengangkatan sekutu-sekutu bagiNya yang mereka sejajarkan denganNya, padahal sekutu-sekutu itu lemah pada sifat-sifat dan perbuatan-perbuatannya, adalah lebih mengherankan dan lebih mengherankan lagi! Tidak ada terapi bagi mereka jika sikap berpaling mereka terus berlanjut selain hukuman-hukuman duniawi dan ukhrawi. Maka dari itu Allah mempertakuti mereka dengan FirmanNya,