Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Saba
Sura ya 34

Saba

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya ya 6

وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ 6

(6) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tentang keingkaran orang yang mengingkari kebangkitan, dan mereka memandang apa yang diturunkan kepada RasulNya itu tidak benar, maka Allah men-jelaskan kondisi orang-orang yang mendapat taufik dari hamba-hambaNya. Mereka adalah para ahli ilmu, dan mereka memandang apa yang Allah turunkan kepada RasulNya, berupa al-Kitab dan berita-berita yang terkandung di dalamnya ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ ﴿ "itulah yang benar," maksudnya, kebenaran hanya terbatas pada apa yang ada di dalamnya, sedangkan apa saja yang menyalahi dan bertentangan dengannya adalah kebatilan. Sebab mereka dalam ilmunya telah mencapai pada tingkatan yakin. Dan mereka juga berpandangan bahwa pada perintah-perintah dan larangan-laranganNya,﴾ يَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ ﴿ "menunjukkan kepada jalan Rabb Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji." Hal itu karena sesungguhnya mereka memastikan kebenaran apa yang Allah beritakan dari berbagai sisi. Yaitu dari sisi ilmu pengetahuan mereka tentang kebenaran (kejujuran) orang yang memberitakannya; dan dari sisi sejalannya berita-berita itu dengan perkara-perkara yang terjadi dan dengan kitab-kitab suci terdahulu; dan juga dari sisi apa yang mereka saksikan dari berita-berita yang terjadi secara nyata; dan dari sisi apa-apa yang mereka saksikan, berupa tanda-tanda yang sangat besar yang membuktikan berita-berita tersebut, baik yang ada di jagat raya ataupun yang ada dalam diri mereka sendiri; dan dari sudut kesesuaian berita-berita tersebut dengan kandungan yang dikandung oleh nama-nama dan sifat-sifatNya. Dan mereka melihat perintah-perintah dan larangan-laranganNya memberi petunjuk kepada jalan yang lurus yang me-liputi segala permasalahan dengan segala sifat yang dapat mem-bersihkan jiwa dan mengembangkan pahala dan berguna bagi pelaku dan yang lainnya, seperti kejujuran, keikhlasan, berbakti kepada kedua orang tua, silaturahim (menjalin hubungan kerabat), berbuat baik kepada manusia pada umumnya dan lain-lainnya; dan melarang dari segala sifat yang buruk yang dapat menodai jiwa, menghapus pahala amal, dan memastikan dosa, seperti syirik, zina, riba, dan zhalim dalam masalah darah (jiwa), harta, dan ke-hormatan. Ini adalah kemuliaan bagi para ahli ilmu, keutamaan dan tanda bagi mereka. Dan bahwa setiap kali seorang hamba makin agung (banyak) ilmunya dan makin meyakini kabar-kabar yang disampaikan oleh RasulNya, serta lebih mengetahui hikmah perintah-perintah dan larangan-laranganNya, maka dia termasuk ahli ilmu yang Allah jadikan sebagai hujjah (alasan, argumen) atas ajaran yang dibawa oleh Rasulullah; dengan mereka Allah سبحانه وتعالى ber-argumen terhadap orang-orang yang mendustakan lagi menentang, sebagaimana dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya.