Ruka hadi kwenye maudhui
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ankaboot
Sura ya 29

Al-Ankaboot

Hii ni tarjama ya tafsiri ya as-Saʿdī kama IslamHouse.com inavyoichapisha katika saadi.islamenc.com, iliyosomwa kutoka kurasa za tovuti hiyo. Tovuti haisemi ni nani aliyeitafsiri kwa lugha nyingine wala inafuata toleo gani lililochapishwa, na haitaji masharti ya kuchukua matini yake, kwa hiyo haki ya kuionyesha haijathibitishwa. Hakuna aliyeilinganisha na kitabu kilichochapishwa, na hakuna mwanazuoni aliyeihakiki. Kila kifungu kipo kando ya aya inazozifafanua, ambazo ni matini ya Qur’ani ya Tanzil, inavyoonekana huko; aya ambayo tovuti haitoi ufafanuzi wake yenyewe inakaa pamoja na kifungu kilichotangulia, na faharasa inataja kila aya ya aina hiyo. Sabīl haikuandika wala kutafsiri kwa lugha nyingine chochote kati yake.

Maandishi kutokasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)ilichukuliwa 2026-10-22

Aya 28–29

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَـٰلَمِينَ 28 أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِى نَادِيكُمُ ٱلْمُنكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ ٱئْتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ 29

Sudah disebutkan di muka bahwa Nabi Luth عليه السلام beriman kepada Ibrahim dan menjadi salah seorang yang berpedoman kepadanya. Mereka (Ahli tafsir. Pent) menyebutkan bahwa Luth bukan dari keturunan Ibrahim, melainkan merupakan anak dari saudara Ibrahim. Maka Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَجَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "dan Kami jadikan kenabian dan al-Kitab pada keturunannya," sekalipun bersifat umum, namun ia tidak berlawanan dengan keberadaan Luth sebagai nabi dan rasul, walau dia bukan dari keturunan Ibrahim. Sebab, ayat ini dikemukakan dalam konteks memuji al-Khalil Ibrahim; dan juga telah diinformasikan bahwa dia mendapat pe-tunjuk melalui Ibrahim. Sedangkan orang yang mendapat petunjuk melalui Ibrahim (langsung) tentu lebih sempurna daripada orang yang mendapat petunjuk melalui anak keturunannya bila dilihat dari sisi keutamaan sang pemberi petunjuk. Wallahu a'lam.

(28-29) Lalu Allah mengirim Luth kepada kaumnya. Me-reka di samping berbuat syirik juga melakukan perbuatan keji ter-hadap kaum lelaki (homoseks), merampok dan melakukan berbagai kemungkaran di majelis-majelis mereka. Lalu Luth memberi me-reka nasihat agar tidak melakukan hal-hal tersebut, dan dia pun menjelaskan kepada mereka tentang keburukannya dan dampak buruk yang sangat besar yang akan ditimbulkannya. Namun me-reka tidak peduli dan tidak juga mengambil pelajaran. ﴾ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar'."