U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Tawba
Suuradda 9

At-Tawba

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 30

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَـٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَـٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَبْلُ ۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ 30

(30) Manakala Allah تعالى memerintahkan memerangi Ahli Kitab, Dia menyebutkan dari ucapan mereka yang buruk, yang dapat mendorong orang-orang Mukmin yang mempunyai kecem-buruan membela Rabb dan agamaNya, untuk memerangi mereka dengan sungguh-sungguh dan mengeluarkan segala daya untuk itu, Dia berfirman, ﴾ وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ عُزَيۡرٌ ٱبۡنُ ٱللَّهِ ﴿ "Orang-orang Yahudi ber-kata, 'Uzair itu putra Allah'." Meskipun ini bukanlah pendapat ma-yoritas mereka, akan tetapi ia diucapkan sekelompok dari mereka. Ini menunjukkan bahwa pada diri orang-orang Yahudi terdapat ke-jahatan dan kebusukan yang membuat mereka mengatakan ucapan yang merupakan kelancangan terhadap Allah dan pelecehan ter-hadap keagungan dan kebesaranNya. Dikatakan bahwa penyebab klaim mereka bahwa Uzair adalah putra Allah adalah manakala para raja menguasai Bani Israil dan mencerai beraikan mereka de-ngan buruk dan membunuh para pembawa Taurat, mereka men-dapati Uzair menghafal Taurat atau menghafal mayoritas darinya, maka Uzair mendiktekan Taurat kepada mereka dari hafalannya dan mereka menulisnya, lalu mereka menganggapnya dengan anggapan yang buruk tersebut. Dan orang-orang Nasrani berkata Isa, ﴾ ٱبۡنُ ٱللَّهِۖ ﴿ "Putra Allah." Allah berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Demikian itulah", ucapan yang mereka ucapkan ﴾ قَوۡلُهُم بِأَفۡوَٰهِهِمۡۖ ﴿ "dengan mulut mereka", tanpa berpijak kepada bukti dan dalil, dan barangsiapa tidak peduli dengan apa yang diucapkan, maka tidak heran kalau dia mengucapkan apa pun, karena tidak ada akal dan agama yang mengerem ucapannya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ يُضَٰهِـُٔونَ ﴿ "Mereka meniru", yakni menye-rupai dengan ucapan mereka itu ﴾ قَوۡلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُۚ ﴿ "perkataan orang-orang kafir yang terdahulu." Yakni ucapan orang-orang musyrik bahwa malaikat adalah anak wanita Allah, hati mereka serupa maka ucapan mereka pun sama-sama batilnya. ﴾ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ﴿ "Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?" Ba-gaimana mereka berpaling dari kebenaran murni dan sangat jelas kepada ucapan yang telah nyata kebatilannya.