Al-An'aam
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
يَـٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَـٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا۟ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰفِرِينَ 130 ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَـٰفِلُونَ 131
(130) Kemudian Allah mencela semua orang yang berpa-ling dari kebenaran dan menolaknya, baik yang berasal dari ka-langan jin dan manusia. Dia menjelaskan kesalahan mereka, maka mereka mengakui itu. Dia berfirman, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلٞ مِّنكُمۡ يَقُصُّونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِي ﴿ "Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu" yang jelas dan terang yang terdapat padanya perincian perintah, larangan, kebaikan, keburukan, janji pahala, dan ancaman siksa, ﴾ وَيُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَاۚ ﴿ "dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini?" Dan mengajarkan kepadamu bahwa keselamatan dan keberuntungan hanya didapat dengan menaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya, dan bahwa kesengsaraan dan kerugian terletak pada penyia-nyiaan semua itu? Maka mereka mengakui itu. Mereka berkata, "Benar, ﴾ شَهِدۡنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَاۖ وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ﴿ 'Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri', namun kehidupan dunia telah menipu mereka," dengan perhiasan, keindahan dan kenikmatannya, maka mereka condong kepadanya dan menerimanya, dan itu melalaikan mereka dari Akhi-rat. ﴾ وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ ﴿ "Dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir." Maka hujjah Allah pun tegak atas mereka, dan pada saat itu, semua orang mengetahui bahkan diri mereka sendiri mengetahui keadilan Allah pada mereka. (Maka Allah menyatakan hukumNya atas mereka dengan azab yang pedih, "Masuklah kamu ke dalam deretan umat-umat yang telah berlalu sebelummu dari kalangan jin dan manusia di mana mereka melakukan seperti yang kamu lakukan. Mereka bersenang-senang dengan kekayaan mereka seperti yang kamu lakukan. Mereka bersenang-senang dengan kekayaan mereka se-perti kamu pun bersenang-senang. Mereka terjun ke dalam keba-tilan sepertimu. Mereka adalah orang-orang yang merugi, yakni orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir dari mereka. Ada-kah kerugian yang lebih besar daripada kerugian surga kenikmat-an dan lenyapnya perlindungan dari Allah Yang Maha Pemurah?).[64]