U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Hashr
Suuradda 59

Al-Hashr

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 15

كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَرِيبًا ۖ ذَاقُوا۟ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 15

(15) ﴾ كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ قَرِيبٗاۖ ﴿ "(Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka," yakni kaum kafir Quraisy yang ﴾ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّي جَارٞ لَّكُمۡۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلۡفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّنكُمۡ إِنِّيٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوۡنَ ﴿ "Ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelin-dungmu.' Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat'." (Al-Anfal: 43). Mereka pun tertipu dan menipu orang lain. Mereka adalah orang-orang yang sama sekali tidak bisa memberikan manfaat se-dikit pun dan tidak bisa menangkal siksaan mereka. Hingga tibalah peristiwa Badar dengan segenap kesombongan dan kebanggaan mereka. Mereka mengira bisa menuntaskan angan-angan mereka terhadap Rasulullah a dan kaum Mukminin. Ternyata, Allah سبحانه وتعالى memberi pertolongan pada RasulNya dan kaum Mukminin. Para pembesar dan antek-antek kaum kafir Quraisy dibunuh dan di-tawan. Ada juga yang melarikan diri. Dengan demikian, mereka merasakan akibat buruk perbuatan mereka dan ujung dari kesyi-rikan serta kekejian mereka. Ini yang berlaku di dunia, ﴾ وَلَهُمۡ ﴿ "dan bagi mereka," siksaan neraka di akhirat.