Al-Hadid
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَ ۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمْ لَهُمْ أَجْرُهُمْ وَنُورُهُمْ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَـٰٓئِكَ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ 19
(19) ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya." Iman menurut Ahlussunnah sebagaimana yang ditunjukkan oleh al-Qur`an dan as-Sunnah, adalah ucapan hati dan lisan serta amalan hati, lisan dan raga. Semua itu mencakup seluruh syariat agama baik yang lahir maupun yang batin. Orang-orang yang melakukan semua hal i n i ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ ﴿ "mereka itu orang-orang yang Shiddiqin," yaitu orang yang tingkatnya di atas orang-orang Mukmin secara umum dan berada di bawah tingkatan para nabi. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ ﴿ "Dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Rabb mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka," sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih, إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَعَدَّهَا اللّٰهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ. "Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus tingkat, jarak antara masing-masing tingkatan sejauh antara langit dan bumi, yang disediakan Allah untuk orang-orang yang berjihad di jalanNya." Hadits ini menunjukkan tingginya tempat mereka serta de-katnya mereka dengan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "Dan (sedangkan) orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah peng-huni-penghuni neraka." Ayat-ayat ini merangkum tingkatan-tingkatan manusia yaitu; orang-orang yang gemar bersedekah, orang-orang yang membenar-kan, para syuhada dan para penghuni Neraka Jahim. Orang-orang yang gemar bersedekah, amal terbesar mereka adalah berbuat baik terhadap sesama serta mencurahkan segala sesuatu yang berguna bagi mereka, khususnya dalam membelanjakan harta di jalan Allah سبحانه وتعالى. Sedangkan orang-orang yang benar (shiddiqun) adalah mereka yang menyempurnakan tingkatan-tingkatan iman, amal shalih, ilmu yang berguna dan keyakinan tulus. Para syuhada adalah mereka yang berjuang di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menjunjung tinggi kalimat Allah سبحانه وتعالى, mereka mencurahkan harta dan jiwa raga untuk berperang. Dan para penghuni Neraka Jahim itu adalah orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى. Masih ada lagi satu golongan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surat Fathir, yaitu para muqtashidun, yaitu mereka yang menunaikan kewajiban-ke-wajiban dan menjauhi semua yang diharamkan, hanya saja mereka melakukan beberapa kekurangan dalam menunaikan hak-hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak sesama manusia. Tempat kembali tingkatan ini adalah surga meski ada di antara mereka yang mendapatkan hukuman terlebih dahulu sebagai balasan atas sebagian amal per-buatannya (yang buruk).