Qaaf
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
بَلْ كَذَّبُوا۟ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ فَهُمْ فِىٓ أَمْرٍ مَّرِيجٍ 5
(5) Maksudnya, ﴾ بَلۡ ﴿ "sebenarnya," perkataan yang mereka ucapkan itu hanyalah merupakan (bentuk) pembangkangan serta pendustaan mereka terhadap kebenaran yang merupakan tingkat kejujuran yang paling tinggi, ﴾ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَهُمۡ فِيٓ أَمۡرٖ مَّرِيجٍ ﴿ "tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau," yakni, kacau dan campur aduk. Mereka tidak menetapkan atas sesuatu pun dan tidak ada ketetapan sama sekali, terkadang mereka berkata kepadamu, "Sesungguhnya engkau adalah tukang sihir," terkadang, "Engkau adalah orang gila," terkadang, "Engkau adalah penyair." Dan mereka juga menjadikan al-Qur`an sebagai bahan olok-olokan. Masing-masing yang dikatakan itu berdasarkan pan-dangannya yang rusak. Dan memang seperti itulah kondisi semua orang yang mendustakan kebenaran, ia berada dalam kekacauan, tidak mengetahui sisi yang tepat. Sehingga engkau akan bisa me-lihat semua sikapnya saling kontradiksi dan dusta. Sebagaimana orang yang mengikuti kebenaran serta membenarkannya memiliki keteguhan dan lurus jalannya. Perbuatannya membenarkan per-kataannya.