U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Ahqaf
Suuradda 46

Al-Ahqaf

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 17

وَٱلَّذِى قَالَ لِوَٰلِدَيْهِ أُفٍّ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِىٓ أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ ٱلْقُرُونُ مِن قَبْلِى وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيْلَكَ ءَامِنْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ 17

(17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi anak shalih yang berbakti kepada kedua orang tua, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan kondisi anak durhaka dan itu adalah kondisi terburuk. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ ﴿ "Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya," ketika diajak untuk beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Hari Akhir serta memberi kabar ancaman akan adanya pem-balasan dan inilah kebaikan terbesar yang berasal dari orang tua terhadap anak-anaknya yang mengajak anaknya kepada kesenangan dan keberuntungan abadi, hanya saja si anak membalasnya secara tidak baik seraya berkata, ﴾ أُفّٖ لَّكُمَآ ﴿ "Cih bagi kamu berdua," artinya, celakalah kalian berdua dan apa yang kalian berdua bawa itu. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab mengapa anak me-mungkiri serta mengingkari ajakan orang tuanya, Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ ﴿ "Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan," dari kuburku menuju Hari Kiamat, ﴾ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي ﴿ "padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebe-lumku?" Mereka sebelumnya juga mendustakan dan mengingkari ajakan seperti ini, mereka adalah umat-umat yang dijadikan panutan bagi orang-orang kafir, bodoh, dan pembangkang. ﴾ وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ ﴿ "Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى," atas putranya seraya mengatakan pada putranya, ﴾ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ ﴿ "Celaka kamu, berimanlah!" Artinya, kedua orang tuanya mencurahkan segenap tenaga yang dimiliki dan berusaha keras untuk menunjukkan pu-tranya, dengan begitu gigihnya sampai-sampai kedua orang tuanya memintakan pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى untuk putranya layaknya orang yang hendak tenggelam ke dalam air, kedua orang tuanya meminta dan memohon kepada Allah سبحانه وتعالى dengan memelas seraya merasa perih karena anaknya dan menjelaskan kebenaran padanya, keduanya berkata, ﴾ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ ﴿ "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar." Kemudian keduanya memaparkan dalil-dalil semampunya, namun putranya justru semakin membantah, menjauh, dan me-nyombongkan diri dari kebenaran seraya menuduh kebenaran yang dibawa kedua orang tuanya, ﴾ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "lalu dia berkata, 'Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka'." Artinya, tidak lain hanyalah dinukil dari kitab-kitab orang ter-dahulu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak pula berasal dari wahyu yang diberikan kepada RasulNya. Semua orang tahu bahwa Muhammad a adalah orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis dan tidak pernah belajar dari siapa pun, lantas dari mana dia belajar? Bagaimana manusia bisa membuat seperti al-Qur`an ini meski mereka saling membantu satu sama lain?