Ash-Shura
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ 19
(19) Allah سبحانه وتعالى menyampaikan sikap lembutNya terhadap hamba-hambaNya agar mereka mengenal dan mencintaiNya dan agar mereka membicarakan kelembutan dan kemurahanNya. Ke-lembutan itu merupakan bagian dari sifat-sifatNya yang artinya adalah: Dia yang mengetahui segala yang tersembunyi dan rahasia, yang mengantarkan hamba-hambaNya terutama orang-orang yang beriman kepada apa saja yang mengandung kebaikan bagi mereka tanpa mereka ketahui dan tanpa mereka duga. Di antara kelem-butanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman adalah Dia menunjuki mereka kepada kebaikan dengan petunjuk yang tidak pernah terlintas di benak mereka, dengan memudahkan baginya sebab-sebab yang mengarahkan mereka kepada kebaikan tersebut dari dalam fitrah mereka melalui kecintaannya kepada yang benar dan kepatuhannya kepada kebenaran itu serta perintahNya kepada para malaikat yang mulia untuk meneguhkan hamba-hambaNya yang beriman dan merangsang mereka untuk melakukan kebaikan dan meniupkan di dalam hati mereka ketertarikan kepada yang benar sehingga menjadi pemicu baginya untuk mengikutinya. Dan termasuk kelembutanNya juga adalah Dia memerintah-kan kepada orang-orang yang beriman untuk melakukan berbagai ibadah sosial yang dengannya tekad mereka menjadi kuat dan gairah mereka menggeliat serta terjadi perlombaan di antara me-reka untuk melakukan kebajikan dan menyenanginya serta saling menjadi teladan di antara yang satu sama lainnya. Termasuk kelembutanNya juga adalah Dia telah menetapkan segala sebab yang merintanginya dan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan maksiat, hingga apabila Allah سبحانه وتعالى telah mengetahui bahwa dunia, harta dan tahta serta yang serupa dengannya yang diperlombakan oleh manusia itu merintangi hambaNya dari ke-taatan kepadaNya atau membuatnya lalai terhadap Allah atau menyeretnya kepada maksiat, maka Allah menjauhkan hal-hal tersebut darinya dan Allah mempersempit rizkinya. Maka dari itu, di sini Dia berfirman, ﴾ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُۖ ﴿ "Dia memberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya," tergantung tuntutan hikmah (kebijaksanaan) dan kelembutanNya. ﴾ وَهُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaper-kasa," yang milikNya sajalah seluruh kekuatan. Maka tiada daya dan tiada kekuatan bagi seseorang di antara makhluk ini kecuali dengan pertolonganNya, yang kepadaNya tunduk segala sesuatu.