U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
Suuradda 4

An-Nisaa

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadaha 138–139

بَشِّرِ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا 138 ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلْعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا 139

(138-139) Al-Bisyarah (kabar gembira) itu biasanya dipakai pada perkara yang baik, dan terkadang dipakai dalam perkara yang buruk dengan syarat, seperti dalam ayat ini, Allah berfirman, ﴾ بَشِّرِ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ ﴿ "Kabarkanlah kepada orang-orang munafik," yaitu orang-orang yang menampakkan Islam dan menyembunyikan kekufuran dengan kabar yang paling jelek dan paling buruk, yaitu azab yang pedih. Yang demikian itu karena mereka mencintai orang-orang kafir dan menolong mereka, membela mereka serta meninggalkan cinta dan kasih sayang kepada kaum Mukminin, perkara apakah yang mendorong mereka melakukan hal tersebut? Apakah mereka mengharapkan kemuliaan dari orang-orang kafir itu? Seperti inilah kenyataan dari orang-orang munafik, prasangka mereka buruk terhadap Allah, keyakinan mereka lemah terhadap pertolongan Allah kepada kaum Mukminin, dan mereka menyaksikan beberapa faktor pendorong pada kaum kafir namun pandangan mereka pendek tentang akibat yang terjadi di balik itu, hingga membuat mereka menjadikan kaum kafir sebagai penolong yang mereka banggakan dan meminta pertolongan mereka. Padahal kenyataan-nya adalah seluruh kemuliaan itu adalah milik Allah, dan sesung-guhnya ubun-ubun para hamba ada di tangan Allah dan kehen-dakNya pastilah terlaksana pada mereka. Dan sesungguhnya Allah telah menjamin untuk membela agamaNya dan hamba-hambaNya yang beriman, walaupun diselingi dengan beberapa ujian dan cobaan bagi hamba-hambaNya yang beriman tersebut dan musuh berkuasa atas mereka dengan penguasaan yang bersifat sementara, karena sesungguhnya hasil akhir yang baik dan kebahagian itu adalah milik kaum Mukminin. Ayat ini mengandung ancaman yang besar atas tindakan menjadikan kaum kafir sebagai penolong dan pembela, dan me-ninggalkan kaum Mukminin dalam perkara tersebut, dan bahwa hal seperti itu adalah di antara sifat-sifat kaum munafik, dan bahwa keimanan itu menuntut untuk mencintai kaum Mukminin dan menjadikan mereka sebagai penolong dan pembela, dan membenci kaum kafir dan memusuhi mereka.