U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
Suuradda 39

Az-Zumar

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 69

وَأَشْرَقَتِ ٱلْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلْكِتَـٰبُ وَجِا۟ىٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ 69

(69) ﴾ وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا ﴿ "Dan terang benderanglah bumi de-ngan cahaya Rabbnya." Dapat diketahui di sini bahwa cahaya-cahaya yang ada akan lenyap di Hari Kiamat dan sirna, dan memang demi-kian, sebab Allah سبحانه وتعالى telah menginformasikan bahwa matahari akan digulung dan bulan menjadi gerhana, bintang-bintang berjatuhan dan manusia benar-benar berada dalam kegelapan. Maka pada saat itu bumi menjadi terang benderang karena cahaya Rabbnya ketika Dia menampakkan DiriNya dan turun untuk memberikan keputusan di antara mereka. Pada hari itu Allah memberikan kekuatan kepada manusia, Dia menghidupkan mereka dengan kehidupan di mana mereka menjadi kuat tidak terbakar oleh cahayaNya dan mereka juga mampu melihatNya. Kalau tidak, maka sesungguhnya nur (cahaya) Allah سبحانه وتعالى itu sangat luar biasa besarnya, kalau saja Dia menyingkap-nya, niscaya pancaran sinar WajahNya akan membakar sejauh pandanganNya dari makhlukNya,[79] ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ ﴿ "dan diberikanlah buku," maksudnya, buku catatan amal-amal perbuatan dan doku-mennya, ia diletakkan dan dibagi-bagikan untuk dibaca apa-apa yang ada di dalamnya dari amal-amal kebajikan dan amal-amal buruk, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya,' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). Dan dikatakan kepada pelaku, sebagai tanda kesempurnaan keadilan, ﴾ ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا 14 ﴿ "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (Al-Isra`: 14). ﴾ وَجِاْيٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ ﴿ "Dan didatangkanlah para nabi" untuk ditanya tentang tabligh (penyampaian risalah) dan tentang umat-umatnya dan supaya mereka memberikan kesaksian terhadap mereka, ﴾ وَٱلشُّهَدَآءِ ﴿ "dan saksi-saksi" dari golongan malaikat, anggota-anggota tubuh, dan bumi. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ ﴿ "Dan diberi keputusan di antara mereka dengan haq (adil)," maksudnya, dengan keadilan yang sem-purna, keadilan yang agung, sebab ia adalah hisab (perhitungan amal) yang bersumber dari Tuhan yang tidak melakukan kezha-liman seberat biji sawi pun jua dan dari Tuhan yang Maha Meliputi segala sesuatu, dan kitabNya, yaitu al-Lauhul Mahfuzh mencakup segala sesuatu yang pernah mereka lakukan, dan para malaikat yang mulia yang bertugas mencatat amal perbuatan manusia tidak pernah mendurhakai Rabbnya, mereka telah mencatat apa saja yang telah dilakukan oleh manusia, dan saksi yang paling adil pun telah memberikan kesaksian atas keputusan itu. Maka Tuhan yang mengetahui kadar-kadar amal-amal perbuatan dan kadar-kadar keberhakannya untuk mendapat pahala dan siksa memberikan keputusan berdasarkan itu semua, sehingga terjadilah suatu kepu-tusan yang diakui oleh semua makhluk dan mereka mengakui bahwa segala puji dan keadilan hanya milik Allah, dan mereka mengakuinya dari keagungan, ilmu, hikmah dan rahmatNya yang belum pernah terlintas di dalam hati manusia dan tidak bisa diung-kapkan oleh lisan mereka.