Saad
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَـٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ 44
(44) ﴾ وَخُذۡ بِيَدِكَ ضِغۡثٗا ﴿ "Dan ambillah dengan tanganmu seikat," maksudnya, seikat rumput, ﴾ فَٱضۡرِب بِّهِۦ وَلَا تَحۡنَثۡۗ ﴿ "maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah." Para ahli tafsir mengata-kan, Ayyub dalam penderitaan dan sakitnya pernah marah ter-hadap istrinya karena beberapa persoalan, sehingga ia bersumpah kalau ia disembuhkan oleh Allah, niscaya ia akan mencambuk istrinya sebanyak 100 kali. Nah, setelah beliau disembuhkan oleh Allah, sedangkan istrinya sudah menjadi shalihah dan berbuat baik kepadanya –semoga Allah merahmati mereka berdua–, lalu Allah memerintahkan kepadanya agar menderanya dengan seikat yang berisi seratus batang rumput satu kali deraan saja, sehingga dengan demikian ia berarti telah melaksanakan sumpahnya dengan baik. ﴾ إِنَّا وَجَدۡنَٰهُ ﴿ "Sesungguhnya kami dapati dia," maksudnya, Ayyub, ﴾ صَابِرٗاۚ ﴿ "seorang yang sabar." yakni: Kami telah mengujinya dengan musibah besar, dan ia bersabar karena mencari ridha Allah سبحانه وتعالى. ﴾ نِّعۡمَ ٱلۡعَبۡدُ ﴿ "Dialah sebaik-baik hamba" yang telah menyempurnakan ting-katan-tingkatan ubudiyah pada saat kondisi senang dan susah, sulit dan lapang. ﴾ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٞ ﴿ "Sesungguhnya dia amat taat," maksudnya, orang yang selalu kembali kepada Allah dalam segala keperluan agama dan dunianya, banyak berdzikir, berdoa, mencintai dan mengabdikan diri kepada RabbNya.