Luqman
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ٱلْحَمِيدُ 26
(26) Kemudian Allah menyebutkan di dalam dua ayat be-rikut ini satu contoh dari kemahaluasan sifat-sifatNya, untuk me-nyeru hamba-hambaNya agar mengenalNya, mencintaiNya dan memurnikan kepatuhan hanya kepadaNya. Di sini Dia menying-gung universalitas kerajaanNya, dan bahwa semua yang ada di langit dan bumi (yang semua ini meliputi seluruh alam atas dan alam bawah) adalah milikNya, Dia berbuat terhadap mereka ber-dasarkan hukum-hukum (aturan-aturan) kerajaanNya yang bersifat taqdiri (ketetapan) dan hukum-hukumNya yang bersifat perintah serta hukum-hukumnya yang bersifat balasan. Jadi semua mereka adalah hamba dan budak yang dikendalikan dan ditundukkan, mereka sama sekali tidak memiliki kepemilikan (kerajaan) apa pun, dan bahwa Dia Mahaluas kekayaanNya, maka Dia sama sekali tidak membutuhkan kepada apa-apa yang dibutuhkan seseorang dari makhlukNya, ﴾ مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ 57 ﴿ "Aku tidak menghendaki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan." (Adz-Dzariyat: 57). Dan sesungguhnya amal perbuatan para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang yang shalih, sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan bagi Allah. Sesungguhnya ia hanya berguna bagi para pelakunya, sedangkan Allah Mahakaya dari me-reka dan dari amal perbuatan mereka. Dan di antara kekayaanNya adalah, Allah menjadikan mereka kaya dan berkecukupan di dunia dan akhirat mereka. Kemudian Allah memberitakan tentang betapa luasnya keter-pujianNya, dan bahwa keterpujianNya merupakan keharusan DzatNya. Maka tidaklah Dia melainkan Maha Terpuji dari segala sisi, Dia Maha Terpuji pada DzatNya dan Maha Terpuji dalam sifat-sifatNya. Setiap sifat dari sifat-sifatNya berhak mendapatkan pujian yang tersempurna dan paling paripurna, sebab ia merupa-kan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan; dan seluruh yang di-lakukanNya dan apa yang diciptakanNya pasti terpuji; dan semua yang diperintahkan dan yang dilarangNya, pasti terpuji; dan seluruh yang Dia putuskan terhadap hamba-hambaNya dan (keputusan) di antara hamba-hambaNya di dunia dan akhirat pasti terpuji.