Aal-i-Imraan
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَـٰطِلًا سُبْحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ 191
(191) Kemudian Allah menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang berakal itu, bahwa mereka adalah ﴾ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ ﴿ "orang-orang yang mengingat Allah" pada segala kondisi mereka, ﴾ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ ﴿ "sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring." Ini mencakup segala bentuk dzikir dengan perkataan dan hati, dan termasuk dalam hal itu adalah shalat dengan berdiri, bila tidak mampu, maka dengan duduk, dan bila tidak mampu, maka dengan berbaring, dan bahwa mereka ﴾ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi." Maksudnya, agar mereka menjadikan-nya sebagai dalil atas maksud darinya. Ini menunjukkan bahwa berpikir adalah ibadah yang meru-pakan salah satu sifat dari sifat-sifat para wali Allah yang berilmu. Apabila mereka memikirkannya, niscaya mereka akan mengetahui bahwa Allah تعالى tidaklah menciptakan mereka dengan sia-sia. Maka mereka berkata, ﴾ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau" dari segala hal yang tidak patut bagi keagunganMu dengan kebenaran dan karena kebenaran. Akan tetapi Engkau menciptakan semua itu dengan mengandung kebenaran, ﴾ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ﴿ "maka peliharalah kami dari siksa neraka," dengan melindungi kami dari keburukan-kebu-rukan dan Engkau bimbing kami kepada amalan-amalan shalih hingga dengan itu kami semua memperoleh keselamatan dari api neraka. Dan hal itu mengandung permohonan masuk surga, karena bila Allah memelihara mereka dari siksa neraka, niscaya mereka memperoleh surga. Tetapi ketika rasa takut muncul pada hati mereka, niscaya mereka memohon kepada Allah dengan perkara-perkara yang paling penting bagi mereka;