U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qasas
Suuradda 28

Al-Qasas

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 84

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ 84

(84) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang pelipatgandaan karu-niaNya dan kesempurnaan keadilanNya, seraya berfirman, ﴾ مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ ﴿ "Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan," Dia mempersyaratkan di dalam kebaikan itu harus dibawa oleh si pelaku. Sebab bisa jadi dia melakukannya akan tetapi dibarengi dengan sesuatu yang tidak bisa diterima, atau sesuatu yang dapat membatalkannya. Orang yang seperti ini tidak disebut datang de-ngan membawa kebaikan. Kebaikan adalah kata jenis (bermakna umum) mencakup seluruh apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang batin, yang berhubungan dengan hak Allah سبحانه وتعالى dan hak-hak manusia. ﴾ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَاۖ ﴿ "maka dia mendapatkan (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu," maksudnya, yang lebih besar dan lebih banyak. Di dalam ayat lain disebutkan, ﴾ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ ﴿ "Maka dia mendapat sepuluh kali lipatnya." (Al-An'am: 160). Pelipatgandaan kebaikan ini adalah suatu keharusan. Dan kadang-kadang ia dibarengi dengan sebab-sebab yang bisa menam-bah pelipatgandaan pahalanya, seperti yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ 261 ﴿ "Dan Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehen-daki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 261), tergantung kepada keadaan pelaku, amal, manfaat, kedudukan dan tempatnya. ﴾ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ ﴿ "Dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan," yaitu segala hal yang dilarang oleh pembuat syariat de-ngan larangan yang bermakna pengharaman, ﴾ فَلَا يُجۡزَى ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu tidaklah diberi pembalasan, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." Sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ 160 ﴿ "Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan, maka dia akan mendapat sepuluh kali lipat (pahala)nya, dan barangsiapa yang datang membawa kejahatan, maka dia tidak dibalasi kecuali yang serupa dengannya, sedangkan mereka tidak dizhalimi." (Al-An'am: 160).