Al-Qasas
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا۟ وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَـٰهُمْ يُنفِقُونَ 54
(54) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu," orang-orang yang beriman kepada dua kitab, ﴾ يُؤۡتَوۡنَ أَجۡرَهُم مَّرَّتَيۡنِ ﴿ "diberi pahala dua kali," yaitu pahala atas iman mereka kepada kitab yang terdahulu dan pahala atas iman kepada kitab yang terakhir, ﴾ بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "disebabkan kesabaran mereka," dalam beriman dan tetap beramal. Mereka sama sekali dalam hal ini tidak pernah digoyahkan oleh suatu syubhat (pemikiran rancu) apa pun, dan kedudukan serta syahwat sama sekali tidak bisa menghalangi mereka untuk beriman, ﴾ و َ ﴿ "dan" di antara karakter mereka yang mulia, yang sebenarnya merupakan pengaruh iman mereka yang benar adalah bahwa sesungguhnya mereka﴾يَدْرَءُوْنَ بِٱلۡحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ ﴿ "menolak kejahatan dengan kebaikan." Maksudnya, prinsip dan jalan hidup mereka adalah selalu berbuat kebaikan (ihsan) terhadap setiap orang, sampai kepada orang yang berbuat buruk kepada mereka, baik dengan perkataan ataupun perbuatan, malah mereka membalasnya dengan perkataan yang terpuji dan perbuat-an yang baik, karena pengetahuan mereka kepada akhlak (moral) yang sangat agung ini, dan mereka sadar bahwa tidak ada yang bisa membimbingnya ke sana kecuali Allah, Pemilik karunia yang sangat besar.