U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Suuradda 20

Taa-Haa

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 14

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ 14

(14) Kemudian Allah menjelaskan wahyu yang disampai-kan kepadanya dengan FirmanNya, ﴾ إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ ﴿ "Sesungguh-nya Aku ini adalah Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Aku," maksudnya Allah-lah yang berhak untuk diibadahi, dan Dzat yang melekat padaNya sifat tersebut. Sebab, Dia yang Mahasempurna dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, Esa dengan perbuatan-perbuatanNya, tidak ada sekutu bagiNya, tidak ada bandingan, padanan, dan dzat yang sama denganNya. ﴾ فَٱعۡبُدۡنِي ﴿ "Maka sembahlah Aku," dalam segala macam ibadah, yang zahir maupun yang batin, ibadah yang prinsip ataupun yang bersifat sekunder. Selanjutnya, Allah menyebutkan shalat secara khusus, meskipun sudah termasuk dalam bingkai ibadah, karena ke-utamaan dan kemuliaannya serta muatannya yang mengandung penghambaan hati, lisan dan anggota tubuh lainnya. Firman Allah, ﴾ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ 14 ﴿ "Dan dirikanlah shalat untuk mengingatKu," huruf lam berfungsi sebagai ta'lil (penyebutan sebab). Maksudnya, tegakkanlah shalat untuk tujuan mengingat-Ku. Sebab mengingat nama Allah merupakan tujuan yang paling agung. Dengan itulah hati menghambakan diri kepada Allah. De-ngan itu pula, kebahagiaan tergapai. Hati yang kosong dari dzikir kepada Allah, niscaya akan menjadi kosong dari segala kebaikan. Ia benar-benar telah mengalami kerusakan yang parah, maka Allah menggariskan berbagai macam ibadah yang ditujukan untuk meng-ingatNya, terutama pada shalat. Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ ﴿ "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (al-Qur`an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain)." (Al-Ankabut: 45), maksudnya, kandungannya berupa dzikrullah lebih besar daripada (fungsinya) mencegah dari perbuatan keji dan kemungkaran. Jenis ini, disebut tauhid ilahiyah (uluhiyah) dan tauhid ibadah. Uluhiyah (hak disembah) merupakan sifat Allah تعالى. Sementara ubudiyah (menghambakan diri) merupakan sifat makhlukNya.