Al-Baqara
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ ٱلْحَرْثَ وَٱلنَّسْلَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْفَسَادَ 205
(205) ﴾ وَإِذَا تَوَلَّىٰ ﴿ "Dan apabila dia berpaling (darimu)", yakni orang yang perkataannya mengesankan hatimu setelah sebelumnya berada di sisimu, ﴾ سَعَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيُفۡسِدَ فِيهَا ﴿ "ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya." Maksudnya, dia berusaha meng-amalkan kemaksiatan berupa perbuatan merusak bumi hingga dia binasa karenanya, ﴾ ٱلۡحَرۡثَ وَٱلنَّسۡلَۚ ﴿ "tanaman-tanaman dan binatang ter-nak," pepohonan, buah-buahan, dan hewan-hewan ternak musnah, berkurang, dan keberkahannya menjadi sedikit yang disebabkan oleh perbuatan maksiat, ﴾ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ ﴿ "dan Allah tidak menyukai kerusakan." Apabila Allah tidak menyukai kerusakan, maka Allah sangat murka terhadap hamba yang merusak di muka bumi, walaupun orang itu berbicara dengan perkataan yang baik dengan lisannya. Ayat ini adalah dalil bahwa perkataan yang diungkapkan oleh seseorang bukanlah tanda dari kebenaran dan kebohongan, bukan pula kebaikan dan kejahatan, hingga terwujud perbuatan yang membuktikan benarnya perkataan tersebut, dan sebaiknya menguji dahulu kondisi para saksi, yang berkata benar atau yang berkata batil dengan adanya perbuatan-perbuatan mereka yang baik, dan menyingkap kondisi-kondisi kehidupan mereka, dan agar tidak terpedaya oleh penyamaran dan penyucian mereka atas diri mereka sendiri.