U bood nuxurka
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Suuradda 2

Al-Baqara

Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.

Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22

Aayadda 104

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَقُولُوا۟ رَٰعِنَا وَقُولُوا۟ ٱنظُرْنَا وَٱسْمَعُوا۟ ۗ وَلِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ 104

(104) Kaum Muslimin berkata di tengah perbincangan mereka bersama Rasul saat mereka belajar perkara-perkara agama mereka, ﴾ رَٰعِنَا ﴿ "Perhatikanlah kami," maksudnya perhatikan kon-disi kami, dan mereka bermaksud baik, sedangkan orang-orang Yahudi juga mengatakan seperti itu namun dengan maksud jelek, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengatakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ dengan maksud yang jelek, maka Allah melarang orang-orang beriman mengucapkan kalimat itu untuk mencegah masalah tersebut. Ayat ini menunjukkan larangan tentang suatu perkara yang (pada dasarnya) boleh tetapi bisa menjadi jalan menuju kepada hal yang haram. Juga menunjukkan akhlak dan pemakaian kalimat yang tidak bermakna kecuali hanya yang baik dan tidak keji serta meninggalkan kalimat-kalimat yang jelek, atau yang mengandung makna mengganggu atau perkara yang tidak patut, maka Allah memerintahkan mereka kepada ka-limat-kalimat yang tidak bermaksud kecuali hanya yang baik saja. Allah berfirman, ﴾ وَقُولُواْ ٱنظُرۡنَا ﴿ "Namun katakanlah, 'Lihatlah kami'." dengan kalimat ini cukup mewakili maksud yang dikehendaki tanpa ada sedikit pun masalah, ﴾ وَٱسۡمَعُواْۗ ﴿ "dan dengarlah," Allah tidak menyebutkan hal yang didengar agar menjadi lebih umum kepada segala perkara yang diperintahkan untuk didengar, maka hal itu mencakup perintah mendengar al-Qur`an dan mendengar sunnah yang merupakan hikmah secara lafazh maupun makna dan sebagai respon. Ayat ini juga menunjukkan adab dan ketaatan, kemudian Allah mengancam orang-orang kafir dengan azab yang pedih lagi menyakitkan.