Al-Israa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا 88
(88) Ini adalah dalil yang pasti dan petunjuk yang terang atas kebenaran dan kelurusan apa yang dibawa Rasulullah ﷺ. Allah menantang kalangan manusia dan jin supaya mendatangkan se-suatu yang serupa dengan al-Qur`an. Allah memberitahukan bah-wasanya mereka tidak akan pernah mampu mendatangkan sesuatu yang semisal al-Qur`an. Meskipun mereka saling bekerjasama untuk itu, mereka tidak akan mampu. Maka terjadilah sebagaimana yang dikabarkan Allah تعالى. Sesungguhnya motivasi-motivasi dari musuh Allah yang men-dustakan al-Qur`an sangat banyak untuk membantah (al-Qur`an) yang beliau bawa dengan cara apa pun. Padahal mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bahasa dan kefashihan. Seandainya mereka memiliki keahlian dan kemampuan sedikit saja untuk itu, tentu mereka akan melakukannya. Dengan itu bisa diketahui bah-wasanya mereka itu tertunduk sangat dalam secara suka rela mau-pun terpaksa. Mereka itu terlalu lemah untuk mengadakan penen-tangan terhadap al-Qur`an. Bagaimana mungkin makhluk yang berasal dari tanah, me-miliki kekurangan dari segala sisi, –yang tidak mempunyai ilmu, kemampuan, kemauan, keinginan, pembicaraan dan kesempurnaan melainkan datang dari Rabbnya– dapat menantang perkataan Rabb bumi dan langit, Dzat yang mengetahui segala perkara yang ter-sembunyi, Dzat yang memiliki kesempurnaan dan pujian yang mutlak dan kemuliaan yang agung, Dzat yang seandainya lautan itu dijadikan tinta kemudian ditambahkan lagi tujuh lautan sebagai tambahan dan seluruh pepohonan dijadikan pena untuk menulis-kan kalimat-kalimatNya, tentulah tinta-tinta itu akan habis dan pena-pena rusak, sementara kalimat-kalimatNya belum selesai dituliskan? Sebagaimana tidak ada satu makhluk pun yang menyerupai Allah dalam sifat-sifatNya, maka PerkataanNya termasuk sifat-sifat Allah yang tidak ada seorang pun yang dapat menyerupai Allah di dalamnya. Tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya, baik dalam dzat, sifat, nama maupun perbuatanNya. Maka celakalah orang yang menyamakan Kalamullah dengan perkataan makhluk dan menyangka bahwa Muhammad-lah yang mengada-adakan hal itu atas Nama Allah dan membuatnya sendiri.