Al-Israa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُو۟لِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا۟ خِلَـٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا 5
(5) ﴾ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ أُولَىٰهُمَا ﴿ "Maka apabila datang saat hukuman bagi (ke-jahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu," kerusakan pertama dari dua kerusakan yang akan mereka perbuat. Maksudnya, jika telah terjadi kerusakan (pertama) dari mereka, maka ﴾ بَعَثۡنَا عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kami datangkan kepadamu," kedatangan ketetapan takdir, dan Kami akan menguasakan (musuh-musuh) atas kalian yang merupakan ketetapan kauni dan sebagai pembalasan, ﴾ عِبَادٗا لَّنَآ أُوْلِي بَأۡسٖ شَدِيدٖ ﴿ "hamba-hamba Ka-mi yang mempunyai kekuatan besar," yaitu orang-orang yang memiliki keberanian, jumlah personel yang banyak dan kekuatan (yang penuh). Lalu Allah akan memenangkan mereka atas kalian. Mereka akan membunuhi kalian, menawan anak-anak kalian, dan merampasi kekayaan-kekayaan kalian serta merajalela ﴾ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِۚ ﴿ "di kampung-kampung," menerjang kampung-kampung. Mereka juga akan mene-robos ke Masjidil Haram dan merusaknya. ﴾ وَكَانَ وَعۡدٗا مَّفۡعُولٗا ﴿ "Dan itu-lah ketetapan yang pasti terlaksana," yang pasti akan terjadi karena adanya faktor penyebab dari mereka. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang penentuan siapakah mereka yang diberi kekuasaan (mengalahkan Bani Isra`il). Hanya saja, para ulama itu bersepakat bahwasanya mereka adalah kaum kuffar, bisa jadi dari penduduk Irak, Jazirah Arab atau selain mereka. Allah akan memberikan kekuasaan pada kaum itu atas Bani Isra`il, di kala telah merebak kemaksiatan di tengah-tengah Bani Isra`il dan meninggalkan banyak aturan syariat Allah dan melampaui batas di atas bumi.