Al-Israa
Kani waa tarjumaad tafsiirka as-Saʿdī sida IslamHouse.com ugu daabacdo saadi.islamenc.com, oo laga akhriyay bogagga goobtaas. Goobtu ma sheegayso cidda tarjuntay ama daabacaadda la daabacay ee ay raacayso, mana sheegayso shuruudo qaadashada qoraalkeeda ah, sidaas darteed xaqa muujinteeda lama xaqiijin. Qofna ma barbardhigin buug la daabacay, aqoonyahanna ma dib u eegin. Qayb kasta waxay ag taagan tahay aayadaha ay ka hadlayso, kuwaas oo ah qoraalka Quraanka ee Tanzil, sida uu ugu yaal halkaas; aayad goobtu aanay faallo u gaar ah ka bixin waxay la taagan tahay qaybta ka horraysa, tusmaduna waxay magacaabaysaa aayad kasta oo caynkaas ah. Sabīl wax ka mid ah ma qorin, mana tarjumin.
Qoraalka waxaa laga helaysaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)la qaaday 2026-10-22
ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا 39
(39) ﴾ كُلُّ ذَٰلِكَ ﴿ "Itulah," yang Kami jelaskan dan terangkan dari hukum-hukum yang agung ini, ﴾ مِمَّآ أَوۡحَىٰٓ إِلَيۡكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلۡحِكۡمَةِۗ ﴿ "sebagian hik-mah yang diwahyukan Rabbmu kepadamu." Sesungguhnya termasuk nilai-nilai yang mengandung hikmah, adalah perintah untuk berbuat kebaikan dan berakhlak mulia, serta larangan dari moral yang hina dan tingkah-laku yang jelek. Perbuatan-perbuatan yang disebutkan pada ayat-ayat ini termasuk pancaran hikmah yang luhur, yang diwahyukan oleh Rabb semesta alam kepada penghulu para rasul (Nabi Muhammad) dalam kitabNya yang mulia (al-Qur`an al-Karim) untuk disampaikan kepada umat yang terbaik. Perbuatan-perbuat-an itu termasuk hikmah yang barangsiapa telah mendapatkannya, maka dia telah dianugerahi kebaikan yang melimpah ruah. Kemu-dian, Allah menutup rangkaian ayat itu dengan larangan untuk beribadah kepada selainNya sebagaimana Allah telah mengawali-nya dengan topik itu. Allah berfirman, ﴾ وَلَا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلۡقَىٰ فِي جَهَنَّمَ ﴿ "Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka," yaitu dalam keadaan kekal dan dikekalkan. Sesungguhnya orang yang berbuat syirik, maka Allah benar-benar mengharamkan surga baginya surga. Dan tempat kem-balinya adalah di dalam neraka ﴾ مَلُومٗا مَّدۡحُورًا ﴿ "dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah)," maksudnya, kamu dikenai celaan, laknat dan hinaan dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.