Langkau ke kandungan
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Bayyina
Surah 98

Al-Bayyina

Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.

Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22

Ayat 2–3

رَسُولٌ مِّنَ ٱللَّهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً 2 فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ 3

(2-3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bukti nyata tersebut seraya berfirman, ﴾ رَسُولٞ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) seorang Rasul dari Allah," yakni yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى untuk menyeru manusia kepada kebenar-an dan menurunkan padanya kitab yang ia baca agar mengajarkan hikmah kepada manusia, menyucikan mereka, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ يَتۡلُواْ صُحُفٗا مُّطَهَّرَةٗ ﴿ "Yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur`an)," yakni yang terjaga dari pendekatan setan. Hanya mereka yang suci yang menyentuhnya, karena al-Qur`an adalah kalam (Firman) yang paling tinggi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang lembaran-lembaran itu, ﴾ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya," yakni di dalam lem-baran-lembaran tersebut, ﴾ كُتُبٞ قَيِّمَةٞ ﴿ "terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus," yakni berita-berita benar, perintah-perintah adil yang me-nunjukkan kepada kebenaran dan menuju jalan yang lurus. Bila bukti nyata ini datang pada mereka, maka ketika itu jelaslah antara orang yang mencari kebenaran dan orang yang tidak memiliki kehendak untuk mencarinya. Setelah itu orang yang binasa akan binasa setelah adanya bukti nyata dan orang yang hidup juga akan hidup setelah ada bukti nyata.