Al-Qiyaama
Ini ialah terjemahan Tafsir as-Saʿdī seperti yang diterbitkan oleh IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca daripada halaman-halaman laman itu. Laman itu tidak menyatakan siapa yang menterjemahkannya atau edisi cetakan mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan syarat untuk mengambil teksnya, maka hak untuk memaparkannya belum disahkan. Belum ada sesiapa yang membandingkannya dengan buku bercetak, dan tiada ulama yang menyemaknya. Setiap bahagian berada di sisi ayat-ayat yang diulasnya, iaitu teks Al-Quran daripada Tanzil, dipaparkan seperti yang ada di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh laman itu berada bersama bahagian sebelumnya, dan indeks menamakan setiap ayat sedemikian. Sabīl tidak menulis atau menterjemahkan satu pun daripadanya.
Teks daripadasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil pada 2026-10-22
لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ 16 إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ 17 فَإِذَا قَرَأْنَـٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ 18 ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ 19
(16-19) Ketika Jibril mendatangi Nabi a untuk menyam-paikan wahyu dan hendak mulai membacakannya pada Nabi a, beliau a bersegera membacanya dengan penuh perhatian sebelum Jibril selesai membaca. Nabi a mengikuti bacaan Jibril.[129] Kemudian Allah سبحانه وتعالى melarang hal itu seraya berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَلَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥۖ ﴿ "Dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Qur`an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu." (Thaha: 114). Dan dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ ﴿ "Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Qur`an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya." Allah سبحانه وتعالى memberi jaminan bahwa Rasulullah a pasti menghafalnya, membacanya, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengumpulkannya di dalam hati Rasulullah a seraya berfirman, ﴾ إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ ﴿ "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpul-kannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya," maka kegigihan yang ada dalam benakmu hanyalah disebabkan oleh kekhawatiran akan lenyapnya hafalan dan lupa, (namun) karena Allah سبحانه وتعالى telah menjamin hal itu padamu, maka tidak perlu dilaku-kan. ﴾ فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ ﴿ "Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu," yakni, ketika Jibril telah menyampaikan wahyu secara keseluruhan, pada saat itu ikutilah bacaannya. Ke-mudian Rasulullah a membacanya. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ ﴿ "Kemudian, se-sungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya," yaitu penjelasan makna-maknanya. Allah سبحانه وتعالى memberi janji bahwa Rasulullah a akan menghafal kata-kata dan maknanya dan inilah puncak ter-tingginya. Rasulullah a kemudian melaksanakan ajaran Rabbnya. Bila Jibril membacakan wahyu padanya setelah ini, beliau diam mendengar, dan setelah Jibril usai, beliau a baru membacanya. Dalam ayat ini terkandung etika menuntut ilmu, yaitu murid tidak boleh langsung bertanya pada guru sebelum usai memberi penjelasan. Setelah guru selesai, murid boleh menanyakan apa yang tidak dipahami. Begitu juga bila ada sesuatu di awal pembicaraan mengharuskan diberi tanggapan, sebaiknya tidak langsung di-tanggapi atau diterima terlebih dahulu sebelum guru selesai bicara agar dapat diketahui dengan jelas apakah yang dikatakan itu benar atau salah. Di samping itu agar murid bisa memahami penjelasan gurunya secara benar. Di dalam ayat ini juga terkandung penjelasan bahwa Nabi a sebagaimana memberi penjelasan kata-kata wahyu pada umat, beliau a juga menjelaskan makna-maknanya pada mereka.